MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suasana Tribun Alun-alun Pandeglang, Sabtu (14/3/2026) sore tampak lebih semarak dari biasanya. Di tengah hangatnya bulan suci Ramadhan, puluhan anak tampil penuh percaya diri di atas panggung. Ada yang melantunkan lagu dengan suara merdu, ada pula yang menyampaikan ceramah kecil dengan gaya khas anak-anak yang mengundang senyum para penonton.
Mereka adalah para peserta kegiatan Ramadhan Ceria yang digelar oleh Gerakan Kreatif (GKrafs) Pandeglang. Kegiatan ini menghadirkan dua lomba utama, yakni GVoice Kids dan Pildacil (Pemilihan Dai Cilik), sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat sekaligus belajar tampil di hadapan publik.
Satu per satu peserta naik ke panggung, menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ada yang tampak tenang, ada pula yang sedikit gugup, namun semuanya berusaha memberikan penampilan terbaik. Tepuk tangan penonton pun tak henti mengiringi setiap penampilan.
Bupati Raden Dewi Setiani yang turut mengapresiasi kegiatan tersebut menilai Ramadhan Ceria menjadi ruang yang positif bagi anak-anak untuk berkembang.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bisa mengekspresikan bakat dan kreativitasnya. Selain itu juga menjadi ajang pembinaan karakter sejak dini, terlebih di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan kreatif seperti ini penting untuk membangun kepercayaan diri anak sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini. Terlebih di tengah perkembangan zaman, anak-anak membutuhkan ruang yang sehat untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi dengan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kiprah GKrafs Pandeglang yang dinilai aktif menghadirkan berbagai kegiatan kreatif bagi masyarakat. Organisasi tersebut tidak hanya bergerak di bidang seni, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai aktivitas yang memberi dampak positif bagi daerah.
Ketua GKrafs Pandeglang, Muhamad Agus Salim, mengatakan kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang ekspresi bagi anak-anak berbakat di Kabupaten Pandeglang.
Sekitar 22 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 10 peserta Pildacil dan 10 peserta GVoice Kids. Mereka datang dengan semangat dan harapan yang sama: menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan masyarakat.
Bagi GKrafs, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan. Lebih dari itu, Ramadhan Ceria menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang kreatif dan berkarakter.
Agus menjelaskan, jika pemerintah daerah memiliki konsep pembangunan Asta Cita, maka GKrafs membawa semangat Asta Karya sebagai gagasan untuk terus melahirkan karya dan inovasi dari berbagai subsektor.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk tampil dan mengasah kemampuan mereka,” ujarnya.
Di tengah senja Ramadhan yang mulai turun di Alun-alun Pandeglang, suara nyanyian anak-anak dan ceramah kecil mereka seolah menjadi pengingat bahwa kreativitas dan nilai-nilai keagamaan bisa tumbuh berdampingan.
Harapannya, kegiatan seperti Ramadhan Ceria tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, serta memiliki fondasi keagamaan yang kuat. (ILA)
