MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sejak pagi, Kamis (16/4/3026), halaman Kecamatan Menes telah dipadati warga . Mereka datang dari berbagai penjuru, sebagian menggendong anak, sebagian lain mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan. Suasana terasa hidup, perpaduan antara harapan, kepedulian, dan semangat gotong royong.
Hari itu bukan sekadar pelayanan kesehatan biasa. Di balik keramaian tersebut, digelar Pertemuan Review Program Continuum of Family Care yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, para camat, kepala desa, hingga tenaga kesehatan dari sembilan kecamatan.
Program ini menitikberatkan pada layanan kesehatan masyarakat. Pendekatan ini memastikan setiap tahap kehidupan, Mulai dari donor darah, cek kesehatan gratis (CKG), hingga khitanan masal.
Di bawah koordinasi Puskesmas Menes, kegiatan tidak hanya diisi dengan paparan dan diskusi. Pelayanan langsung kepada masyarakat menjadi denyut utama acara. Khitanan massal, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis digelar secara bersamaan, menjadikan kegiatan ini terasa dekat dengan kebutuhan warga.
Siti (34), seorang ibu muda, tampak lega setelah anaknya mengikuti khitanan massal. Ia mengaku kegiatan ini sangat membantu keluarganya.
“Kalau seperti ini, kami merasa diperhatikan. Tidak hanya gratis, tapi juga pelayanannya baik,” ujarnya sambil tersenyum.
Di sudut lain, Ahmad (45) terlihat santai usai mendonorkan darah. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial.
“Senang bisa ikut donor. Sekalian cek kesehatan juga. Harapannya kegiatan seperti ini sering dilakukan,” katanya.
Di balik pelayanan tersebut, diskusi strategis tetap berlangsung. Para pemangku kepentingan mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan langkah ke depan agar layanan kesehatan semakin merata dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Eniyati, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-152 Kabupaten Pandeglang sekaligus upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Selain donor darah, juga ada khitanan massal dan cek kesehatan gratis. Antusiasme warga yang melampaui target menjadi catatan tersendiri. Kedepan kegiatan serupa akan terus dilakukan kan nanti ada HUT IBI, PPNI, Dan acara seremoni lainnya. Intinya, bagaimana caranya masyarakat hidup sehat,"jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Menes, Nining Yuningsih, S.ST.Bdn, menegaskan pentingnya sinergi antarwilayah. Kegiatan ini melibatkan sembilan kecamatan, yakni Saketi, Menes, Mandalawangi, Cisata, Kaduhejo, Pulosari, Jiput, Cipeucang, dan Cimanuk.
“Total peserta cek kesehatan gratis mencapai 320 orang, pendonor 78 orang, khitanan massal 40 anak, serta ditemukan dan ditangani 110 kasus TB paru,” ungkapnya.
Ditempat Yang sama, Oman Firmansyah menambahkan, bahwa kegiatan bhakti sosial ini terlaksana dengan baik tanpa kendala apapun.
"Tidak ada kendala apapun, bersyukur acara bisa terlaksana dengan baik hingga selesai. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Dan Muspika dar sembilan Kecamatan Yang telah hadir dan terlibat di kegitan hari ini," ucapnya.
Di Menes hari itu, pelayanan kesehatan hadir bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai pengalaman nyata bagi masyarakat. Dari antrean sederhana hingga senyum lega para warga, tersirat harapan bahwa layanan seperti ini akan terus berlanjut, menjangkau lebih luas dan menyentuh lebih banyak kehidupan. (ILA)
