MenaraToday.Com - Pandeglang :
Malam di Alun-Alun Pandeglang tak lagi selalu tenang. Dalam beberapa waktu terakhir, deru knalpot bising kerap memecah kesunyian, menghadirkan keresahan bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Aksi balap liar yang dilakukan sekelompok remaja bukan hanya mengganggu, tetapi juga menyimpan potensi bahaya yang mengintai kapan saja.
Kondisi inilah yang mendorong Satuan Samapta Polres Pandeglang turun langsung ke lapangan. Di bawah komando Ipda Dapit Sambora, patroli malam digelar secara rutin, menyusuri titik-titik yang kerap dijadikan arena balap liar.
Lampu kendaraan patroli menembus gelap, menyisir sudut-sudut alun-alun. Beberapa kelompok remaja yang masih berkumpul tampak terkejut saat petugas datang. Namun, pendekatan yang dilakukan tidak melulu dengan tindakan tegas. Polisi memilih cara humanis, memberi imbauan, mengajak pulang, dan menyampaikan risiko yang bisa terjadi jika balap liar terus dilakukan.
“Ini bukan hanya soal ketertiban, tapi juga keselamatan. Balap liar sangat berbahaya, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Ipda Dapit Sambora. Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, patroli ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa terganggu oleh kebisingan serta khawatir akan potensi kecelakaan. Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan menjadi bentuk respons cepat sekaligus upaya pencegahan.
“Kami menerima banyak keluhan dari warga terkait aktivitas balap liar di sekitar alun-alun. Karena itu, patroli kami intensifkan, terutama pada malam hingga dini hari, agar situasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Bagi warga, kehadiran polisi di malam hari membawa rasa lega. Selama ini, mereka harus menahan bisingnya knalpot brong dan kekhawatiran akan kecelakaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Kini, dengan patroli yang lebih intensif, suasana mulai berangsur kondusif.
Petugas tak hanya memantau, tetapi juga memeriksa kendaraan yang mencurigakan. Knalpot bising yang kerap menjadi pemicu keributan pun menjadi salah satu fokus penertiban. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, agar potensi gangguan keamanan bisa ditekan sejak dini.
Namun, upaya menjaga ketertiban ini tidak bisa hanya dibebankan pada aparat. Polres Pandeglang juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif, mulai dari melaporkan aktivitas mencurigakan hingga mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan berisiko.
Di balik gemerlap lampu malam dan riuhnya suara kendaraan, ada tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang publik tetap aman. Patroli yang dilakukan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan.
Malam pun perlahan kembali tenang. Deru mesin mulai mereda, digantikan suasana yang lebih damai. Di Alun-Alun Pandeglang, harapan akan lingkungan yang tertib dan aman kembali menyala, dijaga oleh sinergi antara polisi dan masyarakat. (ILA)
