Puluhan Siswa SD Di Kecamatan Labuan Tampil Percaya Diri Di FLS3N

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Suasana SDN Labuan 03, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, tampak berbeda pada Kamis (16/4/2026). Riuh tepuk tangan, alunan musik, serta wajah penuh semangat dari puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) mewarnai pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kecamatan.

Sejak pagi, para peserta memadati lokasi kegiatan. Dengan kostum warna-warni dan ekspresi percaya diri, mereka bersiap menampilkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang lomba, seperti menyanyi solo, tari kreasi, gambar bercerita, pantomim, hingga kriya.

Di salah satu sudut ruangan, seorang siswa tampak menarik napas panjang sebelum tampil. Rasa gugup tak bisa disembunyikan, namun semangat untuk menunjukkan kemampuan terbaik mengalahkan segalanya.

“Awalnya deg-degan, tapi senang bisa tampil di depan banyak orang,” ujar Dinda (11), peserta lomba menyanyi solo, usai penampilannya.

Ketua Panitia FLS3N, Parta Adirahman, S.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menggali potensi seni siswa sejak dini. Menurutnya, FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan meningkatkan rasa percaya diri.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, yakni tari, nyanyi solo, cerita bergambar, mendongeng, menulis cerita, pantomim, dan kriya. Seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing sekolah yang sebelumnya telah melalui proses seleksi.

“Harapannya, dari kegiatan ini ada siswa yang bisa melaju hingga tingkat kabupaten bahkan provinsi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rina, guru pendamping, yang mengaku bangga melihat perkembangan siswa. Menurutnya, kegiatan ini mampu meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri anak-anak.

“Kami melihat perubahan yang luar biasa. Anak-anak jadi lebih berani dan mampu tampil maksimal,” katanya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Aat Supriatna, S.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan lomba dilakukan secara profesional dengan menghadirkan juri dari luar Kecamatan Labuan guna menjaga objektivitas penilaian.

“Ini penting agar hasilnya adil dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar menang atau kalah, FLS3N menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan mimpi. Di panggung sederhana itu, tersimpan harapan besar untuk melangkah lebih jauh dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama