RT, RW dan Linmas Desa Labuan Sumringah Insentif 3 Bulan Akhirnya Cair

MenaraToday.Com - Pandeglang : 

Senin pagi, 6 April 2026, suasana di Desa Labuan terasa berbeda. Sejumlah Ketua RT, RW hingga anggota Linmas tampak sumringah. Bukan tanpa alasan, insentif yang mereka tunggu selama tiga bulan akhirnya cair.

Bagi sebagian orang, jumlahnya mungkin tak seberapa. Namun bagi mereka yang setiap hari berada di garda terdepan pelayanan masyarakat, pencairan itu membawa kelegaan tersendiri.

“Alhamdulillah sudah cair, meski kebagian ‘bubuk’ saja,” ujar salah seorang RT sambil tersenyum tipis.

Ia lalu merinci ke mana uang itu akan pergi. Tanpa banyak jeda, hampir seluruhnya sudah punya tujuan. 

“Dipakai bayar kasbon Rp. 200 ribu, BPJS Rp 25 ribu, iuran paguyuban Rp. 20 ribu. Sisanya tinggal Rp. 55 ribu, Alhamdulillah aja," katanya.

Cerita itu menggambarkan realitas yang dihadapi banyak pengurus lingkungan. Insentif yang diterima bukan sekadar tambahan, melainkan penopang kebutuhan sehari-hari yang sudah menunggu untuk dipenuhi.

Perangkat desa setempat, Mumu, menjelaskan bahwa pencairan kali ini mencakup periode Januari hingga Maret 2026.

“Jumlah RW di Desa Labuan ada 14 dan RT sebanyak 53. Masing-masing menerima Rp100 ribu per bulan dan direalisasikan tiga bulan sekaligus,” ujarnya.

Tak hanya RT dan RW, sebanyak 31 anggota Linmas juga ikut menerima insentif. Mereka mendapatkan Rp70 ribu per bulan untuk periode yang sama.

Bagi para Linmas, nominal tersebut tetap berarti. Dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pengamanan lingkungan hingga acara desa, peran mereka kerap hadir tanpa banyak sorotan.

Namun, di balik kabar baik itu, masih ada yang menunggu. Para kader desa hingga kini belum menerima insentif. Informasi yang beredar, pencairan akan dilakukan bersamaan dengan agenda kegiatan kader dalam waktu dekat.

Meski begitu, bagi RT, RW, dan Linmas di Kecamatan Labuan, hari itu tetap layak disyukuri. Tidak ada euforia berlebihan, hanya rasa lega yang sederhana. Sebab bagi mereka, sekecil apa pun yang diterima, tetap berarti karena di balik tugas sosial yang dijalani, ada kebutuhan hidup yang terus berjalan. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama