MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sebuah Mushola di Kampung Keong, Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang telah berdiri selama puluhan tahun, kini dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris ambruk. Meski tidak lagi layak, mushola tersebut tetap digunakan warga sebagai tempat ibadah dan kegiatan belajar mengaji.
Bangunan yang berdiri di atas tanah wakaf itu mengalami kerusakan di berbagai bagian. Atapnya banyak yang runtuh sehingga air hujan kerap masuk ke dalam ruangan. Dinding yang terbuat dari bilik dan jerami tampak bolong dan sobek, sementara pondasi bangunan mulai keropos dan retak.
Fasilitas pendukung seperti tempat wudhu pun tak luput dari kerusakan. Kondisinya sederhana dan sudah tidak nyaman digunakan oleh warga.
Meski demikian, aktivitas di mushola tetap berjalan. Anak-anak masih rutin datang untuk belajar mengaji dengan membawa iqra dan Al-Qur’an. Warga pun tetap melaksanakan ibadah, meskipun harus menampung air hujan dengan ember saat hujan turun.
Mushola tersebut menjadi satu-satunya pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang kebersamaan bagi warga Kampung Keong.
Melihat kondisi itu, Relawan Fesbuk Banten News bersama relawan gabungan dari Kota Serang turun tangan untuk membantu. Mereka berinisiatif melakukan renovasi agar mushola kembali layak digunakan.
Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin, mengatakan mushola tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Mushola ini sudah sekitar 20 tahun berdiri di atas tanah wakaf,” ujar Lulu, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, semangat warga untuk tetap beribadah dan belajar di mushola tersebut menjadi alasan kuat bagi relawan untuk bergerak.
“Anak-anak masih belajar mengaji setiap hari, warga juga tetap beribadah. Ini yang membuat kami tergerak untuk membantu,” katanya.
Saat ini, proses renovasi telah dimulai dengan merobohkan bangunan lama yang sudah tidak layak. Nantinya, mushola akan dibangun kembali agar lebih aman dan nyaman digunakan.
Untuk pembangunan tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp. 65 juta. Relawan dan warga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan mushola dapat segera terwujud.
"Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan bantuan sebagai bentuk amal jariyah guna mewujudkan kembali rumah ibadah yang layak bagi warga Kampung Keong. Adapun donasi dapat disalurkan melalui Rekening BCA: 5505062776 a/n Lulu Jamaluddin, dengan nomor kontak 08170050090 / 085946368540," tutupnya. (ILA)
