385 Jemaah Haji Kloter 13 Asal Pandeglang Diberangkatkan Ke Tanah Suci Mekkah

MenarsToday.Com - Pandeglang :

Malam di Pendopo Kabupaten Pandeglang terasa berbeda, Jumat (9/5/2026). Di bawah cahaya lampu dan iringan doa, 385 jemaah haji Kloter 13 resmi dilepas keberangkatannya menuju Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi. Sebanyak 10 unit bus telah disiapkan untuk mengantarkan para tamu Allah itu memulai perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani memimpin langsung prosesi pelepasan yang turut dihadiri Wakil Bupati Pandeglang, Wakil Gubernur Banten, serta Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang. Dalam suasana penuh haru, doa bersama mengiringi langkah para jemaah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan ibadah.

“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, keselamatan dalam perjalanan, serta menjadi haji dan hajjah yang mabrur. Kami turut mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan khusyuk dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Namun di antara ratusan jemaah yang berangkat malam itu, terselip satu kisah yang menyentuh hati.

Namanya Syifa Khaerunnisa, usia 18 tahun. Ia tercatat sebagai calon jemaah haji termuda dalam Kloter 13 asal Pandeglang tahun ini. Warga Kampung Kadu Parasi, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran itu tidak hanya berangkat sebagai jemaah, tetapi juga membawa amanah keluarga.

Syifa menggantikan posisi almarhumah ibundanya yang meninggal dunia sebelum sempat menunaikan ibadah haji. Bersama sang ayah, Ahmad Matin, ia melangkah ke Tanah Suci dengan perasaan yang bercampur antara haru dan syukur.

Sebelumnya, Ahmad dan istrinya telah merencanakan untuk berangkat bersama. Namun takdir berkata lain. Sang istri wafat akibat sakit, meninggalkan porsi haji yang kemudian diupayakan untuk dialihkan kepada anak mereka.

“Awalnya yang terdaftar berangkat itu istri saya. Tapi karena sakit lalu meninggal dunia, akhirnya kami mengurus proses pengalihan porsi ke Kementerian Agama agar bisa digantikan oleh anak kami,” tutur Ahmad.

Proses administratif tersebut telah diurus sejak 2021. Setelah melalui tahapan yang cukup panjang, Syifa akhirnya resmi masuk daftar keberangkatan haji tahun 2026 ini. Keputusan itu menjadi penutup penantian panjang sekaligus awal perjalanan spiritual yang penuh makna.

Di antara pelukan keluarga, lambaian tangan, dan tetes air mata perpisahan, keberangkatan Kloter 13 menjadi simbol harapan baru. Pemerintah daerah dan keluarga berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta menyandang predikat haji mabrur. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama