Di Balik Bau Menyengat, Armada Rusak Dan Jarak TPA Jadi Tantangan Pengelolaan Sampah Di Labuan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Keluhan warga terkait tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat dan berbelatung di wilayah Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapat penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Pihak DLH menyebut, kondisi tersebut terjadi akibat adanya kerusakan pada dua unit armada pengangkut sampah.

Kepala UPT DLH Kecamatan Labuan, Aminudin, mengatakan pihaknya telah melakukan pengangkutan dan pembersihan di lokasi yang dikeluhkan warga. Ia menyebut, keterlambatan terjadi karena dua armada sempat mengalami gangguan teknis beberapa hari sebelumnya.

“Tadi sudah kami angkut dan dibersihkan. Kebetulan armada kami mengalami kerusakan dua hari kemarin. Alhamdulillah sekarang armada sudah bisa dioperasikan lagi,” ujarnya.

Aminudin menjelaskan, saat ini DLH Labuan memiliki empat unit armada pengangkut sampah yang dioperasikan untuk melayani beberapa wilayah, di antaranya jalur pengangkutan ke Kecamatan Carita, Patia, Pagelaran, dan Labuan.

Menurutnya, secara umum armada masih dalam kondisi layak pakai. Namun, jarak tempuh menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Bangkonol disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kendaraan. Proses pembuangan ke lokasi tersebut telah dilakukan lebih dari satu tahun.

“Armada masih layak pakai, tetapi karena jauhnya lokasi pembuangan ke Bangkonol, itu yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan kami,” katanya.

Ia menambahkan, pengangkutan sampah dilakukan setiap hari. Kendala muncul ketika terjadi kerusakan armada sehingga berdampak pada keterlambatan distribusi pengangkutan.

“Setiap hari kami lakukan, cuma karena tadi terkendala kerusakan sehingga ada keterlambatan pengangkutan,” jelasnya.

Dalam sekali pengangkutan, satu armada mampu membawa sekitar 6 ton sampah. Jika dikalikan dengan empat armada, total kapasitas pengangkutan mencapai sekitar 24 ton per hari.

DLH Kecamatan Labuan memastikan akan terus mengoptimalkan pelayanan pengangkutan sampah agar tidak kembali terjadi penumpukan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, warga di Kecamatan Labuan mengeluhkan tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut selama hampir dua minggu terakhir membuat aktivitas jual beli berjalan di tengah ketidaknyamanan. Bukan hanya mengganggu indera penciuman, kondisi itu juga memunculkan belatung yang terlihat bergerak di sekitar lokasi penumpukan.

Irma, warga yang rutin berbelanja di pasar tersebut, mengaku situasi ini cukup mengganggu. 

"Yang lebih parah blok pasar sayuran, karena banyak sayur bosok terus bau menyengat banget...disini biasanya untuk parkir motor jadi macet gara-gara sampah," ungkapnya.

Ia menyebut sampah tidak hanya menumpuk di bahu jalan, tetapi juga tersebar di sekitar kios dan area pertokoan. Bahkan, menurutnya, lokasi yang sebelumnya sempat dibersihkan kini kembali dipenuhi sampah meski dalam jumlah yang belum terlalu banyak.

“Bukan cuma di pinggir jalan, tapi di sudut pasar dan sekitar toko juga ada. Tempat yang dulu dibersihkan sekarang mulai ada lagi,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Di sela aktivitasnya memilih kebutuhan harian, Irma tampak sesekali menutup hidung. Ia mengaku khawatir kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan warga, terutama dengan munculnya belatung yang berserakan di sekitar tumpukan sampah.

“Sekarang sudah banyak belatungnya, pada jalan-jalan juga. Kami khawatir kalau dibiarkan bisa bikin warga sakit,” tambahnya dengan nada cemas. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama