Rawan Kecelakaan, Warga Pandeglang Bangun Drainase Sepanjang 300 Meter Secara Swadaya

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Suara cangkul dan dentingan batu terdengar bersahut-sahutan di sebuah ruas jalan Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Di bawah terik matahari, sejumlah warga tampak sibuk merapikan saluran drainase yang membentang di sisi jalan. Bukan proyek pemerintah, perbaikan ini lahir dari kepedulian warga sendiri lewat cara swadaya.

Sudah lama drainase di jalur tersebut rusak. Lubang dan saluran yang tak berfungsi kerap menjadi “jebakan” bagi pengendara. Tak sedikit yang terjatuh, bahkan beberapa mengalami luka akibat kecelakaan di titik itu.

“Kecelakaan sudah sering terjadi. Banyak yang jatuh dari kendaraan,” kata Rakhwid, salah satu warga yang ikut terlibat dalam perbaikan. Jum'at (1/5/2026).

Rakhwid menuturkan, kondisi itulah yang akhirnya mendorong warga bergerak. Setelah beberapa kali mengajukan perbaikan kepada pihak terkait tanpa hasil, mereka memilih bermusyawarah dan mengambil langkah sendiri. Dari hasil kesepakatan, terkumpullah dana swadaya untuk memperbaiki drainase sepanjang 300 meter.

"Tak ada alat berat, tak pula dukungan anggaran resmi dari Pemerintah. Warga bekerja dengan peralatan seadanya. Sebagian mengaduk semen, lainnya menyusun batu belahan, sementara beberapa warga lain membantu mengangkut pasir," ujarnya.

Hingga kini, lanjutnya, pembangunan baru mencapai sekitar 25 persen. Keterbatasan material dan biaya menjadi tantangan utama. Warga masih membutuhkan pasir, batu, semen, serta ongkos untuk tenaga tukang agar pekerjaan bisa terus berlanjut.

"Meski demikian, semangat gotong royong tak surut. Bagi mereka, perbaikan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menjaga keselamatan bersama. Saat ini warga masih membutuhkan alat material, pasir, semen, batu belah dan ongkos tukang," jelasnya.

Masih kata Rakhwid, jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga. Selain digunakan untuk bekerja dan berusaha, jalur itu juga menjadi penghubung menuju masjid.

“Harapannya sederhana, supaya masyarakat lebih nyaman dan aman saat melintas, termasuk yang mau beribadah,” ucapnya.

Di tengah keterbatasan, warga Cigondang menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menjadi kekuatan. Drainase yang perlahan diperbaiki itu bukan hanya saluran air, tetapi juga simbol gotong royong yang terus mengalir di tengah masyarakat. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama