MenaraToday.Com - Pandeglang :
Puluhan warga mendatangi sebuah toko emas di kawasan Pasar Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Rabu (3/6/2026), untuk meminta kejelasan terkait dana dan emas yang telah mereka investasikan. Namun, toko yang didatangi warga ternyata bukan toko yang menjadi tujuan mereka.
Warga mengaku menjadi nasabah program investasi emas yang ditawarkan oleh Toko Emas Mitra Makmur 2. Sementara lokasi yang mereka datangi merupakan Toko Emas Mitra Makmur 1 yang berada di area pasar yang sama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, program tersebut menawarkan skema investasi dengan iming-iming keuntungan bulanan. Nasabah yang menyetorkan emas dalam jumlah tertentu dijanjikan memperoleh keuntungan rutin setiap bulan.
Salah seorang warga, Mumun, mengatakan dirinya mengetahui program investasi itu dari informasi yang beredar di masyarakat.
"Setahu saya toko emas itu menerima investasi emas. Misalnya 100 gram emas, nanti dikasih keuntungan Rp. 10 juta setiap bulan," ujarnya di lokasi.
Janji keuntungan tersebut membuat banyak warga tertarik untuk mengikuti program investasi tersebut. Namun belakangan, sejumlah nasabah mengaku mulai kesulitan mendapatkan kejelasan terkait emas maupun keuntungan yang dijanjikan.
Munjilah, salah seorang warga lainnya, mengaku telah menyetorkan uang untuk pemesanan emas. Namun hingga kini barang yang dijanjikan belum diterimanya.
"Saat memesan, uangnya langsung diminta. Barang tidak kunjung datang, tetapi uang sudah masuk. Barang tidak juga dikirim, hanya diberi janji-janji terus. Sampai pusing jadinya," ungkapnya.
Menurut para korban, kondisi serupa juga dialami sejumlah nasabah lainnya. Mereka mengaku telah menunggu cukup lama tanpa kepastian, sementara komunikasi dengan pihak yang mengelola investasi disebut semakin sulit dilakukan.
Dalam kasus ini, muncul nama Ahmad Warnoto alias Brian Alfatih yang diketahui menjabat sebagai kepala Toko Emas Mitra Makmur 2 Panimbang. Sejumlah korban menduga dirinya bertanggung jawab atas pengelolaan investasi dan transaksi yang kini dipersoalkan.
Informasi yang beredar menyebutkan Ahmad Warnoto saat ini tidak diketahui keberadaannya. Ia juga diduga membawa dana nasabah serta emas milik pelanggan. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait informasi tersebut.
Sementara itu, pihak Toko Emas Mitra Makmur 1 menegaskan bahwa toko mereka tidak terkait dengan persoalan yang dikeluhkan warga.
Perwakilan Toko Emas Mitra Makmur 1, Doni, mengatakan kasus yang dipersoalkan masyarakat terjadi di Mitra Makmur 2 yang berada di lokasi berbeda.
"Yang ada kasus adalah Mitra Makmur 2, tokonya ada di sebelah kanan Toko Central, bersebelahan dengan toko sepeda. Mitra Makmur 2 adalah cabang yang dipimpin oleh kepala toko bernama Ahmad Warnoto atau Brian Alfatih," katanya.
Doni memastikan aktivitas jual beli di Mitra Makmur 1 maupun Mitra Makmur Singapur tetap berjalan normal seperti biasa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban maupun total kerugian yang ditimbulkan. Dugaan investasi emas bermasalah tersebut masih menunggu penanganan dan pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang. (ILA)
