MenaraToday.Com - Pandeglang :
Libur panjang sekolah tahun ajaran 2025/2026 membawa berkah bagi pelaku usaha wisata di kawasan Pantai Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Selama dua pekan masa liburan, jasa penyewaan papan selancar kebanjiran penyewa hingga mampu meraup omzet mencapai Rp. 500 ribu per hari.
Penyedia jasa sewa papan selancar, Obet, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan selama libur sekolah berdampak langsung terhadap pendapatannya. Dalam sehari, ia bisa memperoleh omzet sekitar Rp500 ribu dari penyewaan papan selancar.
"Alhamdulillah lumayan rame, sehari dapet Rp500 ribu," kata Obet, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, pendapatan dari usaha tersebut sangat bergantung pada ramainya kunjungan wisatawan ke Pantai Carita. Di luar musim liburan, jumlah penyewa jauh lebih sedikit.
"Kalau lagi sepi ya sepi, tapi dua minggu ini lumayan. Hari biasa juga ada aja yang sewa. Kalau bukan momentum liburan paling satu-dua orang, kadang enggak ada sama sekali," ujarnya.
Obet mematok tarif sewa papan selancar mulai Rp. 20 ribu hingga Rp. 25 ribu per orang. Namun, ia mengaku masih sering menghadapi wisatawan yang menawar harga.
"Kadang harga segitu juga masih nawar lagi, ada yang Rp. 10 ribu bahkan Rp. 5 ribu juga ada. Tapi enggak saya kasih, paling mentok Rp. 15 ribu dan itu enggak pakai waktu, sepuasnya mereka aja," jelasnya.
Sementara itu, pengelola Pantai Kodok Carita, Tia, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan selama libur sekolah memang mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Meski demikian, peningkatannya belum sebesar periode liburan yang sama pada tahun lalu.
"Alhamdulillah ada peningkatan meski tidak seperti momentum yang sama di tahun lalu. Kalau dibandingkan dengan hari-hari reguler ada peningkatan lah. Liburan kali ini lebih didominasi oleh pengunjung mobil pribadi daripada bus, tapi lebih baik begitu karena lumayan dibanding bus," katanya.
Menurut Tia, belum maksimalnya lonjakan kunjungan diduga dipengaruhi meningkatnya biaya perjalanan, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga sebagian wisatawan dari luar daerah memilih mengurangi perjalanan wisata.
"Harga-harga pada naik kan dampak dari BBM. Mungkin jadi bikin mereka pada malas liburan ke sini karena harga BBM yang naik," ungkapnya. (ILA)
