Jemaah Haji Kloter 13 Pandeglang Keluhkan Jarak Hotel Hingga Layanan Kesehatan Di Tanah Suci

MenaraToday.Com - Pandeglang : 

Sebanyak 384 jemaah haji asal Pandeglang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 tiba di Pandeglang setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi, Sabtu (20/6/2026). Rombongan terdiri dari 163 jemaah laki-laki dan 221 jemaah perempuan.

Meski bersyukur dapat menunaikan ibadah haji hingga selesai, sejumlah jemaah haji Pandeglang menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan haji 2026. Keluhan tersebut meliputi jarak hotel yang jauh dari Masjidil Haram, menu makanan yang kurang bervariasi, hingga layanan kesehatan yang dinilai perlu ditingkatkan.

Salah seorang jemaah yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, persoalan utama yang dirasakan selama berada di Tanah Suci adalah lokasi hotel yang berjarak sekitar 13,5 kilometer dari Masjidil Haram.

"Pelayanan petugas sebenarnya sudah cukup baik, kami terbantu. Tapi masalah utama itu jarak hotel ke Masjidil Haram yang terlalu jauh, sekitar 13,5 kilometer," ujarnya.

Menurutnya, jarak tersebut menjadi tantangan berat bagi para jemaah, terutama lansia, yang harus beribadah di tengah suhu panas Arab Saudi yang sempat mencapai 42 derajat Celsius.

"Ini sangat berat. Banyak jemaah yang sudah kelelahan sebelum sampai ke lokasi ibadah," katanya.

Selain masalah akomodasi, jemaah juga mengeluhkan menu makanan selama pelaksanaan ibadah haji. Makanan yang disajikan dinilai kurang bervariasi karena terus berulang setiap hari.

"Menu makan pagi, siang, malam itu kurang variasi. Terus berulang. Ini harus jadi perhatian serius karena sangat berpengaruh pada kondisi fisik jemaah," ungkapnya.

Keluhan lainnya terkait kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah juga diungkap jemaah haji lainnya. Menurutnya, ada anggota rombongan kloter 13 yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. 

"Bahkan ada dari rombongan kami yang sampai sekarang masih dirawat di ICU. Ini bukan hal kecil, ini harus jadi evaluasi besar," tuturnya.

Layanan kesehatan selama haji juga menjadi perhatian. Meski petugas medis dinilai cepat tanggap, jemaah berharap kualitas pelayanan dan efektivitas obat-obatan dapat ditingkatkan.

"Petugasnya bagus, cepat tanggap. Tapi obat-obatan yang diberikan kadang tidak langsung berdampak. Keluhan seperti flu dan demam butuh waktu lama untuk sembuh," ujarnya.

Meski menyampaikan sejumlah kritik, jemaah tetap mengapresiasi kerja keras petugas haji yang telah mendampingi mereka selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Kalau secara umum ibadah berjalan lancar, itu kami syukuri. Tapi catatan-catatan ini jangan dianggap kecil," pungkasnya.

Diketahui, kepulangan Kloter 13 menjadi awal pemulangan jemaah haji asal Pandeglang pada musim haji 2026. Selanjutnya, Kloter 17 dan Kloter 23 dijadwalkan tiba pada 23 dan 28 Juni 2026 mendatang. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama