MenaraToday.Com - Pandeglang :
Ribuan warga memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk mengikuti Pesta Laut Carita 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Carita ke-48, Minggu (28/6/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat telah berduyun-duyun mendatangi lokasi acara untuk menyaksikan tradisi larung kepala kerbau, ritual adat yang menjadi puncak perayaan tahunan masyarakat nelayan di Kecamatan Carita.
Suasana semakin semarak dengan pawai ratusan kapal nelayan yang berlayar mengelilingi perairan di sepanjang Pantai Carita. Iring-iringan kapal yang dipenuhi nelayan dan masyarakat menjadi tontonan menarik bagi ribuan pengunjung yang memadati bibir pantai.
Usai mengelilingi laut, prosesi larung kepala kerbau dilakukan sebagai simbol rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan ikan serta doa agar diberikan keselamatan dan rezeki yang melimpah saat melaut.
Salah seorang warga Carita, Asan (37), mengaku senang dengan digelarnya Pesta Laut Carita karena selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga mengenalkan budaya kepada generasi muda.
"Saya gembira dengan adanya kegiatan ruwatan laut ini. Selain hiburan juga jadi ajang edukasi bagi anak-anak karena kebetulan momentumnya lagi libur sekolah," kata Asan.
Tak hanya warga lokal, kemeriahan Pesta Laut Carita juga menarik perhatian wisatawan. Salah satunya Edi (49), pengunjung asal Jakarta yang mengaku baru pertama kali menyaksikan tradisi tersebut.
Menurutnya, dirinya mengetahui adanya pesta laut setelah mendapat informasi dari petugas penjaga pantai saat sedang berlibur di Carita.
"Kebetulan lagi liburan di sini, penjaga pantai bilang lagi ada pesta laut. Saya coba datang ke sini pengen lihat dan pengen tahu juga seperti apa, ternyata seru. Sempat ikut keliling naik kapal, dikira berbayar ternyata gratis. Bagus juga kalau tiap tahun ada lagi," ungkap Edi
Pesta Laut Carita merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir yang rutin digelar sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil laut. Selain menjadi ritual adat, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Pantai Carita setiap tahunnya. (ILA)
