Orang Tua Peserta Liga Kapolres Pandeglang Grassroot Cup 2026 Keluhkan Fee Match, Panitia Berikan Penjelasan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Sejumlah orang tua peserta Liga Kapolres Pandeglang Grassroot Cup 2026 mengeluhkan adanya kebijakan fee match yang diberlakukan panitia setiap kali pertandingan berlangsung. Keluhan tersebut muncul di tengah pelaksanaan turnamen sepak bola usia dini yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.

Liga Kapolres Pandeglang Grassroot Cup 2026 diperuntukkan bagi kategori usia 10 tahun (U-10) dan usia 12 tahun (U-12). Pembukaan turnamen berlangsung di Kawasan Wisata Air Saung Mbu Ende, Kampung Kadu Kambing, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakapolres Pandeglang Kompol Asep Jamaludin, S.H., M.M., serta dihadiri para peserta, pelatih, official, dan orang tua pemain.

Salah satu orang tua peserta yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku keberatan dengan sistem fee match yang harus dibayarkan setiap kali tim bertanding.

Menurutnya, biaya tersebut menjadi beban tambahan bagi peserta, terlebih jika dalam satu hari tim harus menjalani lebih dari satu pertandingan.

"Saya dulu juga suka ikut pertandingan bola, baru kali ini ada fee match yang diberlakukan setiap kali tanding. Jadi kalau dalam sehari tim tanding tiga kali, bayarnya tiga kali dooong. Belum lagi orang tua yang masuk ke arena pertandingan harus bayar tiket masuk," katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan orang tua peserta lainnya. Ia mengaku mendapat informasi mendadak dari pelatih mengenai kewajiban membayar fee match untuk pertandingan berikutnya.

"Saya kaget ketika sedang menonton pertandingan diberitahu coach bahwa tim yang kembali bertanding harus membayar fee match. Akhirnya orang tua diminta iuran lagi per peserta," ungkapnya.

Menurutnya, informasi mengenai biaya tambahan tersebut seharusnya disampaikan secara rinci kepada seluruh orang tua sebelum kompetisi dimulai.

"Kalau dijelaskan sejak awal tentu kami bisa lebih siap. Karena informasi ini datang mendadak, banyak orang tua yang bingung karena merasa sudah membayar," ujarnya.

Baginya kompetisi Liga Kapolres Pandeglang Grassroot Cup 2026 ini merupakan ajang asah bakat yang mahal dibanding event yang sebelumnya pernah diikutinya. 

"Ini kompetisi paling mahal, semua serba bayar. Orang tua harus bayar kalau mau masuk lapangan, kendaraan diparkir juga bayar, anaknya tanding dua kali juga bayar lagi. Mohon lah ke pihak panitia agar ada kebijakan mengingat pekan depan masih ada pertandingan lagi," harapnya. 

Menanggapi keluhan tersebut, Panitia Liga Kapolres Pandeglang Grassroot Cup 2026 sekaligus Kordinator Lapang,   Dede Jumi Suryana, menjelaskan bahwa ketentuan mengenai fee match sebenarnya sudah dicantumkan dalam e-flyer kegiatan dan dibahas saat technical meeting bersama para pelatih.

"Fee match sebesar Rp. 75 ribu ini tercantum dalam e-flyer yang kami sebarkan dan sudah dibahas dalam technical meeting. Biaya tersebut bukan per hari, melainkan per pertandingan. Saat pembahasan berlangsung tidak ada keberatan dari peserta yang hadir," jelasnya.

Ia menduga munculnya keluhan dari orang tua peserta disebabkan adanya miskomunikasi antara pelatih dengan wali pemain terkait informasi yang telah disampaikan panitia. 

"Mungkin ada informasi yang tidak tersampaikan dengan baik kepada peserta dan orang tuanya. Karena ada beberapa head coach yang tidak hadir pada saat technical meeting dan diwakilkan oleh pihak lain sehingga kemungkinan terjadi miskomunikasi," katanya.

Selain fee match, sejumlah orang tua juga menyoroti adanya tarif masuk bagi pendamping yang hendak menyaksikan pertandingan secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, Dede, menjelaskan bahwa fasilitas bebas tiket hanya diberikan kepada pemain, pelatih, dan official tim karena sudah termasuk dalam biaya pendaftaran sebesar Rp. 400 ribu per tim.

"Karena kami bekerja sama dengan pemilik lapangan, ada kesepakatan yang telah dibuat secara lisan. Pemain, coach, dan official mendapatkan akses gratis, sedangkan untuk orang tua atau pendamping menjadi kebijakan pihak pengelola lokasi," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku akan menyampaikan aspirasi para orang tua peserta dalam rapat manajer (Manager Meeting) guna mencari solusi terbaik selama pelaksanaan Liga Kapolres Pandeglang Grassroot Cup 2026 berlangsung.

"Kami akan mencoba menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak pengelola tempat saat rapat manajer. Mudah-mudahan ada solusi yang dapat mengakomodasi semua pihak," tutupnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama