Perdana, Grand El Hajj Banten Layani Kepulangan Jemaah Haji

MenaraToday.Com - Banten :

Suasana haru menyelimuti Grand El Hajj Banten di Cipondoh, Kota Tangerang. Satu per satu bus yang membawa jemaah haji mulai memasuki kawasan asrama haji. Senyum, pelukan, dan rasa syukur bercampur menjadi satu saat para jemaah akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah air setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Momen itu terasa istimewa. Bukan hanya karena menandai kepulangan ratusan jemaah haji asal Kota Tangerang, tetapi juga karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, Grand El Hajj Banten menjadi lokasi debarkasi atau tempat pemulangan jemaah haji Provinsi Banten.

Sebanyak 390 jemaah yang tergabung dalam Kloter JKB-01 tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.00 WIB. Dari bandara, mereka diantar menggunakan 10 bus menuju Grand El Hajj Banten sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.

Bagi masyarakat Banten, kehadiran layanan debarkasi di Cipondoh bukan sekadar perubahan lokasi. Ini adalah simbol kemajuan pelayanan haji yang selama ini dinantikan.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya jemaah harus melalui proses pemulangan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kini seluruh rangkaian layanan keberangkatan dan kepulangan dapat dilakukan di wilayah Banten sendiri. Jarak yang lebih dekat membuat perjalanan menjadi lebih singkat, sekaligus mengurangi kelelahan yang kerap dirasakan jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal Faisal, menyebut momen ini sebagai langkah penting dalam peningkatan layanan haji di daerah.

“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya Provinsi Banten, khususnya di Kota Tangerang, Cipondoh menjadi tempat keberangkatan dan kepulangan jemaah haji,” ujar TB Rubal Faisal. Rabu (3/6/2026).

Menurut Rubal, kehadiran embarkasi dan debarkasi di Cipondoh memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain mempercepat proses layanan, keberadaan fasilitas tersebut juga menghadirkan kenyamanan yang lebih baik bagi para jemaah dan keluarga yang menjemput.

“Dengan adanya embarkasi dan debarkasi di Cipondoh, waktu tempuh menjadi relatif lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 menjadi tahun yang sibuk bagi Grand El Hajj Banten. Sebanyak 24 kelompok terbang diberangkatkan dari Banten, terdiri atas 19 kloter penuh dan lima kloter campuran. Hingga akhir masa pemulangan pada 29 Juni 2026, debarkasi ini dijadwalkan menerima kedatangan 8.993 jemaah haji.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan harapan besar bahwa pelayanan haji di Banten akan terus berkembang. Kehadiran fasilitas embarkasi dan debarkasi yang terintegrasi tidak hanya mempermudah proses administratif dan transportasi, tetapi juga menghadirkan rasa bangga bagi masyarakat yang kini memiliki gerbang haji sendiri.

Kepala UPT Asrama Haji Banten Ahmad Muafiq berharap seluruh proses pemulangan jemaah dapat berlangsung lancar hingga kloter terakhir tiba di tanah air.

“Semoga kepulangan jemaah haji ini dapat berjalan dengan lancar dan baik,” ujarnya.

Hari itu, Grand El Hajj Banten bukan hanya menjadi tempat singgah. Ia menjelma menjadi gerbang kepulangan, tempat berakhirnya perjalanan spiritual ribuan jemaah sekaligus penanda babak baru pelayanan haji yang semakin dekat dengan masyarakat Banten. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama