Dinkes Pandeglang Gelar "GEREBEG TBC" Di Desa, 5.000 Warga Ikuti Skrining untuk Percepat Eliminasi TBC 2030

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menggelar GEREBEG TBC di Desa secara serentak di seluruh wilayah kerja 36 puskesmas mulai 1 Juli hingga 18 Juli 2026. Program ini menjadi salah satu strategi Dinkes Pandeglang untuk mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC) sekaligus mendukung target Eliminasi TBC 2030.

Dalam pelaksanaannya, seluruh puskesmas melakukan skrining atau deteksi dini TBC secara aktif di masyarakat. Kegiatan tersebut dipadukan dengan layanan kesehatan rutin, seperti Posyandu, Posbindu Lansia, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan.

Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, dr. Della Ariyani, mengatakan penemuan kasus sejak dini merupakan kunci utama dalam pengendalian TBC.

"Pasien TBC harus segera ditemukan dan diobati. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan, satu penderita dapat menularkan penyakit kepada sekitar 10 hingga 15 orang lainnya," kata dr. Della, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, hingga saat ini sekitar 5.000 warga Kabupaten Pandeglang telah mengikuti skrining atau deteksi dini TBC melalui program GEREBEG TBC di Desa.

"Laporan terakhir dari teman-teman ada sekitar 5.000 yang sudah dilakukan skrining atau deteksi dini TBC. Bukan yang positif ya. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh desa di wilayah kerja 36 puskesmas se-Kabupaten Pandeglang sesuai surat instruksi dari Kepala Dinas Kesehatan," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GEREBEG TBC di Desa disesuaikan dengan jadwal kegiatan masing-masing puskesmas sehingga dapat berjalan bersamaan dengan pelayanan kesehatan yang sudah rutin dilaksanakan di desa-desa.

"Kebetulan hari ini jadwalnya di Desa Sindang Hayu, Kecamatan Saketi. Sampai dengan hari ini alhamdulillah kendala yang berarti belum ada, karena memang kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan yang secara rutin sudah berjalan di masyarakat," ungkapnya.

Dr. Della menjelaskan, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularannya terjadi melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau meludah.

"TBC bukan penyakit keturunan maupun akibat kutukan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama usia produktif, lansia, dan anak-anak," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu takut apabila didiagnosis menderita TBC. Pasalnya, penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur, patuh, dan sampai tuntas. 

"Seluruh obat TBC juga tersedia secara gratis di seluruh puskesmas di Kabupaten Pandeglang,". tandasnya.

Melalui program GEREBEG TBC di Desa, Dinkes Pandeglang berharap semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan sejak dini sehingga pasien segera memperoleh pengobatan dan risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang terus mengampanyekan gerakan TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) sebagai bagian dari upaya mempercepat eliminasi TBC.

"Melalui kegiatan GEREBEG TBC di Desa, kami berharap target Eliminasi TBC 2030 di Kabupaten Pandeglang dapat tercapai dengan dukungan seluruh masyarakat," tutup dr. Della. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama