MenaraToday.Com - Pandeglang :
Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Pandeglang memperlihatkan kondisi yang bertolak belakang di dua sekolah dasar negeri. SDN Labuan 3, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mencatat lonjakan pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 hingga melebihi kuota, sedangkan SDN Kalang Anyar 3, Desa Kalang Anyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, justru mengalami penurunan jumlah murid baru.
Kepala SDN Labuan 3, Aat Supiatna, S.Pd., mengatakan sebanyak 158 calon siswa mendaftar ke sekolah yang dipimpinnya. Namun, berdasarkan ketentuan pemerintah dan hasil verifikasi Dinas Pendidikan bersama LPMP, sekolah hanya diperbolehkan menerima 120 peserta didik.
"Kuota yang kami terima sebanyak 120 siswa. Sebenarnya peminat mencapai 158 anak, tetapi kami harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Kepada orang tua yang belum tertampung, kami sarankan untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah terdekat," ujar Aat saat ditemui pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).
Menurut Aat, secara aturan satu Rombongan Belajar (Rombel) idealnya diisi 28 siswa. Namun, tingginya minat masyarakat membuat SDN Labuan 3 memperoleh pengecualian setelah melalui proses verifikasi yang mempertimbangkan kapasitas ruang kelas, luas lahan, hingga aspek keselamatan.
"Keputusan ini tidak bisa sembarangan. Jumlah siswa dalam satu kelas harus disesuaikan dengan hasil verifikasi agar tidak membahayakan anak-anak," katanya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN Labuan 3 menerima 120 siswa baru. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan lulusan tahun sebelumnya yang mencapai 104 siswa.
Aat menilai tingginya jumlah pendaftar tidak terlepas dari berbagai prestasi yang berhasil diraih sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya baru tiga tahun bertugas di sini. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun prestasi yang diraih sekolah cukup banyak sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat," ungkapnya.
Selain tingginya jumlah pendaftar, hari pertama masuk sekolah di SDN Labuan 3 juga diwarnai tradisi "rebutan bangku" oleh siswa kelas atas. Sejumlah siswa bahkan telah datang sejak sore hari sebelumnya untuk meletakkan tas di dalam kelas sebagai penanda tempat duduk.
"Biasanya anak-anak kelas atas sudah menaruh tas dari sore hari. Bahkan ada yang memberi lakban sebagai penanda agar tempatnya tidak diambil," ujarnya.
Sementara itu, siswa kelas satu masih menjalani masa adaptasi dengan pendampingan orang tua. Sejak pukul 06.00 WIB, para wali murid mulai memadati lingkungan sekolah untuk mengantar anak-anak mereka mengikuti hari pertama pembelajaran.
Pihak sekolah sebelumnya juga telah menggelar pertemuan dengan orang tua siswa baru guna mensosialisasikan aturan sekolah, mekanisme pembelajaran, serta pendampingan selama masa pengenalan lingkungan sekolah.
Berbeda dengan SDN Labuan 3, jumlah peserta didik baru di SDN Kalang Anyar 3 pada tahun ajaran 2026/2027 justru menurun. Sekolah tersebut hanya menerima 104 siswa baru, lebih sedikit dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 113 siswa.
Kepala SDN Kalang Anyar 3, Susanti Farida, mengatakan penurunan jumlah murid baru diduga dipengaruhi kondisi bangunan sekolah yang dinilai kurang memadai.
"Mungkin lihat gedung sekolahnya yang begini, apalagi toiletnya. Jadi pada malas daftar. Bahkan ada yang sudah daftar tiba-tiba mundur atau tidak datang pada hari pertama tanpa ada keterangan," katanya.
Menurut Farida, kondisi bangunan sekolah dan fasilitas toilet perlu segera direhabilitasi agar masyarakat kembali percaya menyekolahkan anak-anaknya di SDN Kalang Anyar 3.
Meski mengalami penurunan jumlah siswa baru, suasana hari pertama masuk sekolah tetap berlangsung penuh semangat. Banyak orang tua mengantar sekaligus menunggu anak-anak mereka selama proses adaptasi di lingkungan sekolah.
"Sama saja, itu sudah kebiasaan setiap tahun ajaran baru. Ibu-ibunya mengantar, lalu menunggu karena mungkin anaknya masuk ke lingkungan baru dan butuh adaptasi. Bagi kami itu tidak apa-apa dan dimaklumi," jelasnya.
Farida berharap pemerintah segera merealisasikan rehabilitasi gedung sekolah beserta perbaikan sarana dan prasarana pendukung.
"Pembenahan fasilitas tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar, tetapi juga dapat mendongkrak minat masyarakat sehingga jumlah murid baru SDN Kalang Anyar 3 kembali meningkat pada tahun ajaran mendatang," tutupnya. (ILA)
