MenaraToday.Com - Tebo ;
Dalam rangka mengantisipasi dampak musim pancaroba dan ancaman kekeringan yang mulai melanda sektor pertanian, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tebo, Wendri Putra Reski, A.Md, mengikuti jalannya sosialisasi Launching Program PM-AAS (Program Modern – Advance Agriculture System).
Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu malam (15/07/2026) mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai ini, dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat. Jalannya sosialisasi ini diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta DPD Tani Merdeka se-Indonesia.
Dalam penyampaiannya, Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat, menegaskan bahwa PM-AAS merupakan sistem pertanian modern yang mengedepankan efisiensi, pemangkasan jenjang waktu tanaman, serta peningkatan produktivitas melalui mekanisasi, digitalisasi, dan pertanian presisi. Langkah strategis ini diambil demi menjaga kepastian dan stabilitas ketahanan pangan nasional.
"Latar belakang utama dari program ini adalah untuk mempertahankan, memastikan, dan meningkatkan swasembada pangan agar tetap terjaga dengan baik, terutama di saat musim pancaroba telah datang dan area persawahan mulai mengalami kekeringan," ujar Nandang Sudrajat dalam arahannya.
Program ini membawa perubahan signifikan pada pola tanam tradisional, dengan menerapkan empat prinsip dasar utama:
Tanpa Persemaian: Tanaman padi tidak lagi melalui proses persemaian konvensional, melainkan langsung ditanam ke areal sawah.
Sistem TABELA Kerapatan Tinggi: Menerapkan sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) dengan jarak tanam yang jauh lebih rapat, dari yang biasanya 25×25 cm dipangkas menjadi 12,5×12,5 cm.
Peningkatan Subsidi Pupuk: Khusus peserta program PM-AAS, alokasi subsidi pupuk ditingkatkan secara drastis dari basis penerimaan biasa 200 kg Urea dan 250 kg NPK, kini naik menjadi 300 kg Urea dan 350 kg NPK per Hektar.
Keterlibatan Langsung Tahap I: Tani Merdeka terlibat langsung pada penutupan tahun ini untuk musim tanam Juli, Agustus, dan September 2026 yang akan terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Target Ambisius: Dongkrak Hasil Panen Dua Kali Lipat
Program ini ditargetkan launching dan langsung dieksekusi pada bulan Juli 2026 ini. Pemilihan waktu di bulan Juli, Agustus, dan September sengaja dilakukan agar penanaman tidak bergeser ke awal tahun depan.
Melalui PM-AAS, target produktivitas hasil panen diharapkan mampu melonjak drastis menjadi 10-12 ton per Hektar, dari yang biasanya hanya berkisar 5-6 ton per Hektar. Petani yang berhak menerima bantuan benih sebanyak 70-80 kg per Hektar ini hanyalah mereka yang berkomitmen mengikuti regulasi program PM-AAS. Mengingat kondisi kekeringan yang sudah mulai datang, program diprioritaskan untuk wilayah persawahan yang dekat dengan irigasi teknis.
Bagi daerah yang ingin merealisasikan program ini, terdapat beberapa persyaratan dan tahapan yang harus segera dipenuhi:
Layanan Irigasi dan Data BPS: Areal sawah wajib berada di daerah layanan irigasi teknis dan telah tercover dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) agar pencatatan hasil panen diakui sebagai data yang sah secara hukum.
Koordinasi Wilayah: Melakukan koordinasi cepat dengan TIMKER / Penyuluh / BRMP Biro wilayah setempat. DPD/DPW harus menyodorkan data Luas Tambah Tanam (LTT) pada bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2026, serta memetakan potensi luasan areal sawah baru yang bisa dimasukkan. Data potensi lahan tersebut (misal: 100 Hektar) dapat diajukan langsung ke DPW atau ke Sekretaris Jenderal Tani Merdeka Pusat.
Edukasi Teknis: Terkait detail teknis penanaman di lapangan, para petani nantinya akan mendapatkan edukasi dan pendampingan langsung dari tenaga (Mucin)
