Menaratoday.com -Padang Lawas
Dugaan insiden medis yang terjadi di Puskesmas Binanga, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, menuai sorotan publik. Seorang bayi yang baru dilahirkan diduga mengalami patah tulang pada bagian tangan saat proses persalinan, sehingga memicu kekecewaan dan protes dari pihak keluarga.
Aktivis sosial Saif Ajis Siregar mengecam keras dugaan buruknya pelayanan kesehatan yang terjadi di Puskesmas Binanga. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Padang Lawas dan Dinas Kesehatan agar tidak terulang kembali.
"Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat. Jika benar dugaan ini terjadi akibat kelalaian dalam proses persalinan, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai keselamatan pasien dikorbankan akibat buruknya pelayanan," tegas Saif Ajis Siregar.
Berdasarkan keterangan keluarga, ibu tersebut menjalani persalinan di Puskesmas Binanga. Namun setelah bayi lahir, keluarga mengetahui adanya dugaan cedera pada tangan bayi yang diduga mengalami patah tulang. Kondisi itu membuat keluarga terpukul dan mempertanyakan prosedur penanganan persalinan yang dilakukan tenaga kesehatan.
Keluarga juga mengaku kecewa karena selain menghadapi kondisi bayi yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, mereka disebut masih diminta membayar biaya persalinan. Menurut mereka, situasi tersebut menambah beban di tengah kekhawatiran terhadap kondisi sang bayi.
"Kami hanya ingin penjelasan yang jujur dan transparan. Kalau memang terjadi kesalahan, kami berharap ada tanggung jawab. Kami juga meminta kejelasan mengenai biaya yang dibebankan kepada keluarga," ujar salah seorang perwakilan keluarga.
Saif Ajis Siregar mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas untuk segera membentuk tim investigasi independen guna mengusut dugaan insiden tersebut secara profesional. Ia juga meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Selain itu, ia meminta apabila nantinya ditemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP), maka pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Jangan sampai kasus seperti ini dianggap biasa. Keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan. Pemerintah wajib memastikan seluruh fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang profesional, manusiawi, dan sesuai standar medis," katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Binanga maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian, penyebab dugaan cedera pada bayi, maupun penjelasan mengenai biaya persalinan yang dipersoalkan keluarga.(Ucok siregar)
