Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Warga Pandeglang Khawatir Tsunami 2018 Terulang

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Status Gunung Anak Krakatau (GAK) resmi naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai Kamis (2/7/2026) pukul 16.30 WIB. Kenaikan status Gunung Anak Krakatau tersebut ditetapkan setelah aktivitas vulkanik terus menunjukkan peningkatan sejak 6 Juni 2026.

Dengan naiknya status Gunung Anak Krakatau menjadi Siaga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi. Pemerintah juga mengimbau warga, wisatawan, dan nelayan agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah atau puncak.

Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik maupun aktivitas erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat di sekitar kawasan gunung api juga diminta tetap tenang, namun terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan.

Kenaikan status Gunung Anak Krakatau menjadi Siaga turut menimbulkan keresahan di kalangan warga Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebagian warga mengaku masih dihantui trauma tsunami yang terjadi pada 2018 lalu, sehingga perkembangan aktivitas vulkanik kembali menjadi perhatian.

"Kalau memang statusnya sudah naik menjadi Siaga, kami tentu lebih berhati-hati. Yang penting informasi dari pemerintah terus diperbarui supaya masyarakat tahu apa yang harus dilakukan," ujar Jaja, warga pesisir Kabupaten Pandeglang. Jumat (3/6/2026). 

Hal senada disampaikan Tuti Alawiyah yang mengaku masih mengingat peristiwa tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 2018.

"Ya Allah semoga saja kejadian di tahun 2018 tidak terulang. Masih trauma kalau dengar Gunung Krakatau erupsi. Apalagi kemarin juga sempat ada gempa meski cuma 2,3 magnitudo, jadi suka was-was," ungkapnya.

Sementara itu, seorang nelayan bernama Parta mengatakan akan mematuhi seluruh imbauan pemerintah meski aktivitas melaut menjadi sumber mata pencaharian utama keluarganya.

"Kami akan mengikuti arahan untuk tidak mendekati kawasan yang dilarang. Keselamatan tetap menjadi yang utama. Semoga kondisi segera membaik sehingga aktivitas bisa kembali normal," katanya.

Pelaku usaha wisata, Tebe, berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif. 

"Informasi yang cepat, akurat, dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar masyarakat maupun wisatawan memperoleh kepastian kondisi terkini tanpa menimbulkan kepanikan," tandasnya. 

Hingga saat ini, masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi, serta mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang demi menjaga keselamatan bersama. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama