Diduga Pemilik Rumah Rehabilitasi Merah Putih “Pentolan”, APH Dipertanyakan

MenaraToday.Com - Sidoarjo :

Dugaan adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rumah Rehabilitasi Merah Putih, Sidoarjo, menjadi sorotan. Informasi yang diterima awak media dari salah seorang pasien menyebutkan, dua orang staf berinisial IN dan DNR diduga melakukan pesta sabu di hadapan pasien yang sedang menjalani rehabilitasi.

Jika informasi tersebut benar, dugaan itu tentu menjadi persoalan serius karena terjadi di tempat yang seharusnya menjadi lingkungan pemulihan bagi para korban penyalahgunaan narkotika.

Informasi mengenai dugaan tersebut disebut telah beredar di sejumlah media online dan dikabarkan sudah sampai kepada aparat penegak hukum, termasuk BNN serta bagian narkoba Polda Jawa Timur. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya tindakan terbuka dari aparat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Muncul pula pertanyaan mengenai sosok JFR, yang disebut-sebut sebagai pihak yang berkaitan dengan rumah rehabilitasi tersebut. Benarkah JFR merupakan sosok “pentolan” sehingga aparat terkesan tidak bergerak? Atau justru ada persoalan lain yang belum terungkap?

MenaraToday.com menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai dugaan pesta narkotika tersebut masih memerlukan verifikasi dan pembuktian dari aparat penegak hukum. Konfirmasi kepada pengelola Rumah Rehabilitasi Merah Putih, JFR, IN, DNR, BNN, dan Polda Jawa Timur juga diperlukan agar pemberitaan berimbang.

Publik kini menunggu langkah konkret aparat. Jika benar terdapat staf rehabilitasi yang terlibat penyalahgunaan narkotika, BNN dan kepolisian diminta segera melakukan pemeriksaan serta mengambil tindakan sesuai hukum.

Rumah rehabilitasi seharusnya menjadi tempat pemulihan, bukan tempat munculnya dugaan penyalahgunaan narkotika. (Bonong)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama