MOP SMPN Labuan 1, 399 Siswa Baru Digembleng Lewat Kegiatan Kepramukaan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

SMPN Labuan 1 menggelar Masa Orientasi Peserta Didik (MOP) bagi 399 siswa baru dengan mengusung konsep bernuansa kepramukaan. Kegiatan MOP SMPN Labuan 1 tersebut berlangsung selama dua hari sejak 28 Agustus hingga 29 Agustus 2026, di lingkungan sekolah.

Berbeda dengan kegiatan pramuka yang umumnya digelar dalam bentuk perkemahan, MOP tahun ini tidak mengharuskan siswa mendirikan tenda maupun bermalam di lokasi perkemahan.

Sebanyak 399 siswa baru dibagi ke dalam beberapa regu dengan jumlah sekitar 40 siswa setiap regu. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh pihak sekolah, diantaranya ber kemping, aneka perlombaan, api unggun dan menjelajah.

Pembina Pramuka SMPN Labuan 1, Arief Azizun Hakim, mengatakan kegiatan MOP tahun ini tetap mempertahankan identitas kepramukaan, meski pelaksanaannya dilakukan di lingkungan sekolah.

“Totalnya 399 siswa. Itu dibagi menjadi beberapa regu, sekitar 40 orang per regu,” kata Arief. Sabtu (29/8/2026).

Arief menjelaskan, MOP siswa baru SMPN Labuan 1 difokuskan pada pengenalan dan aktivitas kepramukaan. Namun, konsep kegiatan disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Para siswa tidak mendirikan tenda. Ruang kelas di SMPN Labuan 1 justru digunakan sebagai tempat beristirahat selama kegiatan berlangsung.

“Identitas kegiatannya tetap kepramukaan. Bedanya, kami tidak menginap di tenda, tetapi di kelas. Ada banyak kegiatan selama dua hari ini, mulai dari fashion show, lomba membuat tandu, seni budaya hingga menjelajah, morse, semaphore, dan lainnya,” ujar Arief.

Pemilihan lingkungan sekolah sebagai lokasi MOP dilakukan karena SMPN Labuan 1 memiliki keterbatasan lahan untuk kegiatan perkemahan.

Selain itu, sekolah mempertimbangkan beban yang harus ditanggung siswa dan orang tua apabila kegiatan dilaksanakan di luar sekolah.

“Intinya supaya tidak membebani siswa dan orang tua,” jelas Arief.

Seluruh siswa baru mengikuti rangkaian MOP yang telah disiapkan sekolah. Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan izin kepada peserta yang mengalami sakit atau kondisi darurat.

Arief menegaskan, siswa yang tidak mampu melanjutkan kegiatan karena kondisi kesehatan maupun kendala dalam beradaptasi tidak akan dipaksakan.

“Kalau memang sakit atau ada kondisi darurat dan ingin pulang, kami tidak memaksakan,” katanya.

Menurut Arief, proses adaptasi menjadi salah satu tantangan bagi sebagian siswa baru. Mereka harus mulai terbiasa dengan suasana lingkungan sekolah yang baru dan mengikuti kegiatan bersama tanpa didampingi orang tua.

Untuk membantu proses tersebut, pihak sekolah memberikan pendampingan agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan MOP SMPN Labuan 1 juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada siswa baru.

Salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah melatih kemandirian peserta didik. Siswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan membangun kebersamaan dengan teman-temannya.

“Kegiatannya lebih ke kepramukaan, salah satunya untuk melatih kemandirian,” ungkap Arief.

Nilai pembinaan karakter juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Para siswa yang berasal dari latar belakang berbeda diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan budaya dan lingkungan SMPN Labuan 1.

Arief menambahkan, untuk kebutuhan konsumsi selama MOP, mekanismenya diserahkan kepada wali kelas masing-masing.

"Pengaturannya dapat berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya. Sebagian kelas mengoordinasikan konsumsi melalui wali murid, sedangkan kelas lainnya memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk menyiapkan makanan bagi anak masing-masing," jelasnya.

Sistem tersebut berbeda dengan kegiatan perkemahan yang umumnya mengatur konsumsi peserta secara terpusat melalui panitia atau sekolah.

Pada tahun sebelumnya, masih kata Arief, MOP SMPN Labuan 1 sempat dilaksanakan di luar lingkungan sekolah untuk memberikan suasana baru bagi siswa.

"Tahun ini, sekolah kembali memilih lingkungan sekolah sebagai lokasi kegiatan dengan mempertimbangkan efisiensi serta upaya mengurangi beban siswa dan orang tua," tandasnya.

Arief berharap MOP dapat menjadi pengalaman positif bagi 399 siswa baru sebelum mereka menjalani proses pembelajaran di SMPN Labuan 1.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu membantu siswa beradaptasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karakter selama menempuh pendidikan.

“Dari latar belakang yang berbeda, mungkin ada kebiasaan yang terbawa ke SMP. Dari situ kami membimbing dan membenahi lagi,” pungkasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama