Picu Kemacetan Di Area RSUD Labuan, Panitia Karnaval HUT RI Ke 81 Diminta Evaluasi Rute

MenaraToday.Com - Pandeglang :

 Pelaksanaan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapat sorotan dari sejumlah warga.

Sorotan tersebut salah satunya terkait kemacetan yang terjadi di sekitar kawasan RSUD Labuan saat pelaksanaan kegiatan, khususnya karnaval. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu akses kendaraan menuju rumah sakit, termasuk kendaraan yang membawa pasien dalam kondisi darurat.

Jamaludin yang merupakan warga setempat meminta panitia PHBN Kecamatan Labuan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar fasilitas kesehatan ketika menyusun rute kegiatan.

Menurut Jamaludin, rute karnaval sebaiknya diatur atau diubah agar tidak menghambat akses menuju rumah sakit. Hal itu dinilai penting karena rumah sakit merupakan fasilitas vital yang harus tetap mudah diakses, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

“Panitia PHBN Kecamatan Labuan seharusnya memikirkan kemacetan di area rumah sakit. Apalagi ketika karnaval pada hari H, seharusnya rutenya diubah karena menyangkut kepentingan pasien yang dalam keadaan darurat,” ujar Jamaludin. Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, kepadatan lalu lintas di sekitar rumah sakit dikhawatirkan menyulitkan kendaraan yang membawa pasien kritis untuk mencapai fasilitas kesehatan.

“Kasihan kalau pada saat ada pasien dalam keadaan kritis, area rumah sakit justru macet total,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan pihak manajemen RSUD Muhammad Irsjad Djuwaeli Labuan, Ojat Sudrajat. Ia menilai kegiatan perayaan HUT RI memang penting, tetapi akses menuju rumah sakit juga harus menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

“Mana yang lebih penting? Kemeriahan HUT RI atau nyawa pasien? Memang semuanya juga penting, tapi harus ada yang lebih diprioritaskan, karena kalau rumah sakit itu kaitannya dengan nyawa,” ungkap Ojat.

Ia memberikan contoh apabila kemacetan akibat kegiatan Agustusan menyebabkan tenaga medis terlambat tiba di rumah sakit.

“Misal dokter spesialis ada jadwal jam 8 pagi, karena ada kegiatan Agustusan yang menimbulkan kemacetan, dia nyampe ke RS-nya jam 10, gimana tuh?” katanya.

Ojat mengatakan pihak RSUD Labuan telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian di Labuan.

“Sudah, sudah disampaikan, ya semoga dievaluasi,” tandasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Panitia PHBN Kecamatan Labuan, Dedeh Herawati, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI.

Panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelaksanaan kegiatan selama momentum Agustusan menyebabkan terganggunya arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga sekaligus meminta maaf atas terganggunya lalu lintas selama momentum Agustusan. Keluhan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan momentum yang sama pada tahun depan,” ujar Dedeh.

Dedeh berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi tersebut karena rangkaian kegiatan HUT RI hanya digelar setahun sekali dan menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat luas.

“Mohon dimaklumi, karena ini kan setahun sekali, hajatan negara tercinta dan hanya berlangsung satu hari,” ujarnya.

Meski demikian, evaluasi terhadap pengaturan lalu lintas dinilai tetap penting, terutama pada kegiatan yang melintasi atau berada di sekitar fasilitas pelayanan kesehatan.

Pengaturan rute karnaval yang lebih matang, koordinasi dengan kepolisian, serta penyediaan akses khusus menuju rumah sakit diharapkan dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan serupa ke depan. Dengan demikian, perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Labuan tetap dapat berlangsung meriah tanpa menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis darurat. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama