MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga tidak mengikutsertakan siswanya dalam rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026. Informasi yang beredar menyebut ada sekitar lima SD Negeri (SDN) dan Sekolah Dasar Swasta (SDS) yang siswanya tidak mengikuti kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI, termasuk upacara dan karnaval tingkat SD/MI.
Beberapa sekolah yang disebut dalam informasi tersebut di antaranya SDN Banyubiru 02, SDN Banyumekar 01, SDN Labuan 07, SDS Mardi Yuana, dan SDS Muhammadiyah. Namun, informasi mengenai jumlah sekolah yang tidak mengikuti kegiatan tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Perbedaan informasi muncul setelah pihak sekolah memberikan keterangan bahwa sebagian siswa hanya tidak mengikuti karnaval.
Sementara itu, Korwil Disdikpora Kecamatan Labuan menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya hanya ada dua sekolah yang siswanya tidak mengikuti kegiatan.
Kepala SDN Banyumekar 2, Eneng Suhartini, membenarkan bahwa siswa di sekolahnya tidak mengikuti karnaval HUT RI ke-81.
Menurut Eneng, keputusan tersebut diambil karena banyak siswa yang meminta izin tidak mengikuti kegiatan. Kondisi itu terjadi setelah para siswa baru saja pulang dari kegiatan kemah sehingga mengalami kelelahan.
“Memang murid kita tidak ikut. Banyak yang izin tidak ikut. Daripada nanti pas karnaval yang ikut sedikit, akhirnya hanya guru-guru saja yang ikut,” ujar Eneng. Rabu (19/8/2026)
Eneng mengatakan, ketidakhadiran siswa dalam karnaval baru terjadi tahun ini. Sebelumnya, siswa SDN Banyumekar 2 selalu mengikuti kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Baru kali ini. Biasanya belum pernah absen. Murid kita kan sedikit, kemarin baru pulang kemping jadi mereka kecapean. Makanya izin nggak bisa ikut karnaval,” katanya.
Saat ini, SDN Banyumekar 2 memiliki sebanyak 95 siswa yang terbagi dalam enam ruang kelas.
Sementara itu, Kepala SDN Labuan 7, Barmani, memberikan klarifikasi terkait informasi sekolah yang disebut tidak mengikuti kegiatan HUT RI ke-81.
Barmani menegaskan bahwa siswa SDN Labuan 7 tetap mengikuti upacara HUT RI ke-81. Namun, siswa tidak mengikuti kegiatan karnaval.
“Siswa di sekolahnya mengikuti upacara, hanya tidak ikut memeriahkan karnaval,” ujar Barmani.
Terpisah, Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kecamatan Labuan, Agus Jhoni Cahyadi, mengatakan informasi yang diterimanya menyebut hanya ada dua sekolah yang siswanya tidak mengikuti kegiatan.
Menurut Agus, kondisi tersebut disebabkan sebagian siswa yang seharusnya mengikuti kegiatan sedang izin karena sakit atau mengalami kelelahan.
“Kalau informasi yang saya terima hanya dua sekolah, karena kondisi muridnya tidak ada. Banyak yang izin sakit karena kelelahan,” kata Agus.
Meski demikian, Agus mengaku belum mengetahui secara pasti sekolah mana saja yang dimaksud.
“Persisnya sekolah mana saya kurang tahu, karena ada beberapa guru yang hadir dan mengonfirmasi siswanya tidak ikut upacara,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Labuan, Jupri, S.Pd., angkat bicara terkait informasi adanya sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang disebut tidak mengikuti upacara dan karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Jupri menegaskan, pihaknya akan terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi tersebut sebelum mengambil sikap.
Menurutnya, informasi yang beredar perlu diklarifikasi langsung kepada pihak sekolah agar diketahui alasan sebenarnya.
“Kebetulan tahun ini ikut upacara di Pandeglang, makanya mau dicek dulu kebenarannya. Kalau pun betul, mau komunikasi dulu alasannya apa,” tegas Jupri.
Ia mengatakan, komunikasi menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi dan alasan masing-masing sekolah. PGRI Kecamatan Labuan tidak ingin langsung mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan informasi yang jelas dari pihak terkait.
Perlu diketahui, pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di Kecamatan Labuan pada Senin (17/8/2026) berlangsung di Lapangan Jenderal Ahmad Yani, Desa Labuan. Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta dari kalangan pelajar dan masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan karnaval pelajar dan umum.
Jupri menambahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait sekolah-sekolah yang disebut tidak mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
“Kalau memang betul, kita komunikasi dulu dengan pihak sekolah, alasannya apa,” ujarnya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (ILA)
