MenaraToday.Com - Pandeglang :
Warga Kampung Kadupinang, Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi korban dugaan penipuan dengan modus pelaku mengaku sebagai petugas Pertamina. Aksi tersebut menyasar ibu-ibu rumah tangga dengan menawarkan paket kompor gas LPG murah disertai iming-iming program bantuan.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan, kejadian itu berlangsung pada Rabu (5/8/2026), sekitar pukul 13.40 WIB. Tiga pria yang mengenakan seragam menyerupai petugas Pertamina mendatangi lingkungan warga dan mengaku bekerja sama dengan koperasi desa.
Pelaku mengklaim ada program pembagian amplop dan gas gratis yang hanya diberikan kepada 36 orang. Untuk meyakinkan warga, mereka juga menyebut telah mengantongi izin dari Ketua RT setempat.
Namun, setelah dikonfirmasi, Ketua RT membantah pernah memberikan izin maupun mengetahui adanya kegiatan tersebut.
Berdasarkan keterangan para korban, sebelum menawarkan barang, pelaku terlebih dahulu mengumpulkan warga, khususnya ibu-ibu, dengan dalih memberikan edukasi mengenai penggunaan tabung gas LPG dan regulator yang aman.
Di tengah kegiatan, pelaku mulai menawarkan paket senilai Rp150 ribu yang terdiri dari kompor gas satu tungku, tabung gas LPG, selang gas, regulator, dan kupon belanja yang diklaim dapat digunakan untuk memperoleh harga kebutuhan pokok lebih murah.
Pelaku juga menjelaskan berbagai keuntungan yang akan diperoleh apabila warga membeli paket tersebut.
Salah satu korban, Emay, mengaku sempat diyakinkan bahwa pelaku tidak akan menerima pembayaran sebelum barang tersedia. Namun, menjelang kegiatan berakhir, pelaku justru meminta pembayaran dilakukan lebih dahulu dengan alasan paket akan diantar setelah salat Isya.
"Selain pembayaran tunai Rp150 ribu, pelaku juga menawarkan sistem cicilan dengan nominal yang lebih tinggi," kata Emay. Kamis (6/8/2026).
Hingga waktu yang dijanjikan, lanjutnya, paket kompor gas tidak pernah diantar kepada para pembeli.
Korban yang mencoba menghubungi nomor telepon pelaku mengaku tidak lagi mendapat respons. Bahkan, nomor yang digunakan diduga telah diblokir sehingga tidak dapat dihubungi kembali.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa modus serupa diduga pernah terjadi di wilayah lain di Kabupaten Pandeglang dengan jumlah korban lebih dari sepuluh orang.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah maupun BUMN tanpa adanya identitas resmi, surat tugas, atau koordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat.
Apabila menemukan aktivitas serupa, warga diminta segera melakukan konfirmasi kepada perangkat desa, RT/RW, maupun pihak kepolisian agar terhindar dari praktik penipuan. (ILA)
