MenaraToday.Com - Pandeglang :
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak terhadap aktivitas pariwisata di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kunjungan wisatawan ke sejumlah pantai dilaporkan menurun hingga 90 persen setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026).
Salah satu pantai yang terdampak adalah Pantai Gorengan. Kawasan wisata tersebut yang sebelumnya ramai pengunjung kini terlihat sepi.
Pengelola Pantai Gorengan, Caringin, Asra Wijaya, mengatakan penurunan jumlah wisatawan mulai terlihat sejak Sabtu. Menurutnya, jumlah pengunjung turun drastis setelah kabar erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Sebelum adanya erupsi pantai masih ramai sama pengunjung, tapi sejak ada erupsi langsung sepi. Kemarin aja hanya ada 2 mobil dan 3 motor, hari ini malah belum terlihat," kata Asra.
Asra menyebut, saat ini hanya beberapa orang yang datang ke kawasan pantai untuk berolahraga. Aktivitas wisatawan yang biasanya meramaikan kawasan pantai juga nyaris tidak terlihat.
"Paling yang jogging aja yang mampir ke sini, itu pun hanya beberapa orang aja," ujarnya.
Selain erupsi Gunung Anak Krakatau, Asra menilai sepinya wisatawan juga dipengaruhi trauma masyarakat terhadap bencana tsunami yang terjadi di wilayah pesisir Banten pada 2018.
Pengalaman tsunami tersebut masih membekas di masyarakat. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi membuat sebagian wisatawan memilih tidak berkunjung ke kawasan pantai.
"Trauma masyarakat akan bencana tsunami pada 2018 lalu juga berpengaruh," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat para pengelola wisata pantai harus menghadapi penurunan jumlah pengunjung secara signifikan. Padahal, sebelum erupsi, sejumlah pantai di Pandeglang masih ramai didatangi wisatawan.
Asra berharap situasi segera kembali kondusif sehingga masyarakat tidak lagi khawatir untuk beraktivitas maupun berwisata di kawasan pesisir Pandeglang.
"Semoga kondisi ini kembali kondusif," harapnya.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan wisata pantai Carita, Pandeglang. Pengelola pantai di kawasan tersebut membenarkan adanya penurunan aktivitas pengunjung setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pada Minggu (6/9/2026), kondisi pantai terlihat lebih lengang dibandingkan hari sebelumnya. Padahal, pada Sabtu masih terdapat sejumlah pengunjung meski jumlahnya tidak seramai hari-hari biasa.
Pengelola pantai di Carita mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu dampak dari adanya erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dan wisatawan disebut menjadi lebih berhati-hati untuk beraktivitas di kawasan pesisir.
Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian masyarakat di wilayah pesisir Banten. Kondisi aktivitas gunung tersebut juga membuat wisatawan lebih berhati-hati dalam menentukan tujuan wisata, terutama ke kawasan pantai yang berada di sekitar Selat Sunda. (ILA)
