Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sahabat Ungkap Pesan "Bang Gue Pamit Dulu"

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Ungkapan haru dari seorang sahabat viral di media sosial. Dziki Okt membagikan kisah pertemuan terakhir dengan jurnalis M Bagus Khoirunnas yang dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

Dalam komentarnya, Dziki menyebut Senin (7/9/2026) pukul 11.30 WIB di depan pos pantau Gunung Anak Krakatau menjadi pertemuan terakhir mereka.

"Gus @bagusrun sahabatku, Senin 11:30 depan pos pantau gunung anak Krakatau, di Pasauran menjadi pertemuan terakhir kita," tulis Dziki, Jumat (11/9/2026).

Dziki mengaku sudah memperingatkan Bagus agar tidak mengambil gambar terlalu dekat ke lokasi erupsi. Ia bahkan sempat berbicara dengan ayah Bagus.

"Pukul 14:00 gue ketemu bokap lu, dan gue bilang ke bokap 'pak bagus mau ke tengah motretnya,' namun meski begitu gue dan bokap lu ga bakal bisa menghentikan semangatmu untuk berangkat," ujarnya.

"Gue hampir 10 kali bilang jangan ketengah Gus, jangan ikut kesana, tapi lu tetap kesana," lanjut Dziki.

Yang membuat Dziki terpukul adalah kalimat perpisahan Bagus. Selama 8 tahun bersahabat, Bagus baru pertama kali mengucapkan kata pamit.

"Di akhir percakapan 'bang gue pamit dulu,' ucap lu, padahal selama hampir 8 tahun kita bersahabat ga pernah lu lontarin kata pamit," tulisnya.

Dziki mengaku masih optimis Bagus masih bertahan dan berharap ia segera pulang dengan selamat.

"Pulang yah hari ini dengan selamat tanpa kurang satupun. Gue mau denger gmna lu motret gunung anak Krakatau dari jarak dekat, gue mau liat hasil foto lu," lanjutnya.

Di akhir pesannya, Dziki menyelipkan refleksi tentang profesi jurnalis dan fotografer di tengah bencana.

"Foto yang hebat adalah foto yang lahir dari keberanian, kejelian, dan kepedulian. Namun, profesionalisme sejati justru terlihat ketika seorang pemotret tahu kapan harus menurunkan kameranya demi menghargai keselamatan dan martabat kehidupan. Pers dan fotografi ada untuk membela kehidupan, bukan mengorbankannya."

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BPBD Pandeglang maupun Basarnas terkait pencarian korban. Doa dari warganet terus mengalir agar seluruh tim liputan segera ditemukan. (ILA) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama