Kapal Jurnalis Hilang Kontak, Nelayan Sempat Larang Kapten Pulang Ke Carita Karena Ombak Besar

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Speedboat yang membawa rombongan 5 orang jurnalis dilaporkan hilang kontak. Di tengah proses pencarian, seorang nelayan dari Kapal Motor (KM) Nur Qholby mengungkap bahwa dirinya sempat bertemu dengan speedboat tersebut pada Senin sore sebelum akhirnya diketahui hilang.

Nelayan yang tidak disebutkan namanya itu bahkan sempat memberikan peringatan kepada kapten kapal agar tidak melanjutkan perjalanan menuju Carita, Pandeglang, Banten. Pasalnya, kondisi laut saat itu disebut tengah dilanda ombak besar.

Cerita tersebut diungkapkan nelayan kepada Yodistira Nugraha, aktivis sekaligus pegiat media sosial, saat membantu pencarian jurnalis dan awak kapal. 

Momen tersebut dibagikan Yodistira melalui akun Instagram miliknya @yodistara, pada Senin (7/9/2026). Dalam video yang diunggah, Yodistira terlihat berbincang dengan sejumlah nelayan di tengah laut untuk mencari informasi terkait keberadaan kapal jurnalis yang hilang kontak.

Dalam percakapan itu, Yodistira menanyakan kapan nelayan tersebut melihat rombongan jurnalis yang berada di kapal.

"Sekitar jam berapa kang (rombongan jurnalis) mau pulang?" tanya Yodistira.

"Mau Maghrib," jawab nelayan tersebut.

"Setengah enam ya?" tanya Yodistira kembali.

"Iya," jawab sang nelayan.

Yodistira kemudian menyebut sekitar pukul 17.30 WIB kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut terlihat bergerak menuju arah pulang.

"Sekitar setengah enam itu perahu ini datang, terus rombongan jurnalis ke arah pulang di sekitar Labuhan Cabe Krakatau," ujar Yodistira.

Menurut keterangan nelayan tersebut, ia sempat melarang kapten kapal melanjutkan perjalanan menuju Carita. Larangan itu disampaikan karena kondisi ombak di wilayah tersebut sedang tinggi.

Namun, setelah pertemuan tersebut, nelayan tidak mengetahui lagi ke mana kapal yang membawa rombongan jurnalis melanjutkan perjalanan.

Ia pun mengaku terkejut setelah mengetahui kapal yang sempat ditemuinya pada Senin sore itu kemudian hilang kontak.

Terlebih, belakangan diketahui bahwa kapten kapal tersebut ternyata merupakan keponakannya.

Yodistira mengungkapkan, nelayan tersebut baru mengetahui kabar mengenai kapal yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak setelah bertemu dengan dirinya dan pihak yang ikut melakukan pencarian.

"Nelayan yang ada di video menceritakan bahwa ia sempat melarang kapten kapal yg hilang kontak untuk kembali ke Carita, karena ombak besar, nelayan tersebut menceritakan kalau Kapten kapal itu adalah keponakannya. Nelayan tsb baru mengetahui dari kami kalau kapal yg membawa rombongan jurnalis hilang kontak sampai saat ini," tulis Yodistira. 

Hingga Kamis (10/9/2026), pencarian terhadap jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak masih terus dilakukan.

Informasi dari nelayan tersebut menjadi salah satu cerita yang muncul selama proses pencarian. Kesaksian mengenai waktu dan lokasi kapal terakhir terlihat diharapkan dapat membantu mengungkap keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya.

Tim pencarian masih berupaya menemukan jurnalis dan awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama