Perempuan Bangsa PKB Bagikan 5.000 Masker di Labuan Pandeglang,

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Perempuan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membagikan 5.000 masker kepada warga di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah wilayah di sekitar Pandeglang.

Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PKB, Ir. Sri Widayanti, mengatakan kegiatan pembagian masker tersebut difokuskan di Kecamatan Labuan. Setelah Labuan, kegiatan akan dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Carita.

"Hari ini kita bergerak untuk Kecamatan Labuan. Yang turun sekitar 20 orang lebih. Setelah ini kita ke Carita," kata Sri Widayanti.

Sri menjelaskan, pembagian sekitar 5.000 masker melibatkan struktur Perempuan Bangsa mulai dari tingkat DPP, DPW hingga Kabupaten Pandeglang.

"Untuk agenda hari ini sekitar 5.000 masker. Kita melibatkan struktur Kebangkitan Bangsa, Perempuan Bangsa mulai dari DPP, DPW dan kabupaten," ujarnya.

Menurut Sri, masyarakat Labuan dan Carita perlu tetap waspada, namun tidak perlu panik. Ia meminta warga mengikuti informasi dari sumber resmi dan media yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita harus sama-sama siaga. Kita tetap harus berhati-hati. Bukan berharap ini terjadi kembali, tetapi kita sebagai manusia tetap harus berusaha dan berupaya," katanya.

Ia menilai pembagian masker juga menjadi bagian dari tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan langkah antisipasi.

Sri mengakui masih ada warga yang terlihat cuek ketika diberikan masker. Namun, ia menilai yang terpenting masyarakat telah mengetahui adanya imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Yang penting sudah pada tahu. Ini tanggung jawab moral kita. Memang kemarin harusnya lebih awal, tetapi saya rasa ini tidak terlambat. Ini gerakan kita untuk menyadarkan masyarakat," ucapnya.

Sri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia meminta warga mengikuti perkembangan kondisi melalui lembaga resmi, termasuk BMKG, serta media yang kredibel.

"Pesannya hati-hati, tetap mengikuti perkembangan, tetapi jangan termakan isu-isu yang tidak benar. Kita ikuti media yang bertanggung jawab seperti BMKG," ujar Sri.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta mempersiapkan kebutuhan dasar di rumah sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

"Kalau di rumah misalnya ada apa-apa, kita tetap siap-siap. Pakaian, makanan, itu ditaruh dan dipacking. Seandainya terjadi sesuatu, bukan berarti kita berdoa itu terjadi, nauzubillah, tetapi tetap harus ada persiapan," katanya.

Dalam kegiatan pembagian masker tersebut, Sri juga menerima aspirasi warga yang berharap adanya persiapan tenda pengungsian apabila kondisi nantinya membutuhkan evakuasi

Sri mengatakan PKB akan melihat perkembangan situasi sebelum menentukan langkah lanjutan.

Menurutnya, penanganan kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama dan pemerintah daerah melalui instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial diharapkan menjadi pihak yang terlebih dahulu melakukan langkah penanganan.

"Kalau dari PKB, kita lihat selanjutnya bagaimana. Pemerintah setempat mungkin lebih dulu mengawali. BPBD, Dinas Sosial, semuanya harus bergerak," jelasnya.

Ia mengatakan PKB tidak ingin mengambil langkah yang justru membuat masyarakat bingung apabila situasi belum membutuhkan pendirian tenda pengungsian.

"Kalau kita mempersiapkan tenda tapi belum apa-apa, mau ngapain? Nanti malah masyarakat bingung," ujarnya.

Ke depan, Perempuan Bangsa PKB akan kembali berkoordinasi dengan DPP, DPW dan struktur PKB di tingkat kabupaten untuk melihat kebutuhan masyarakat dan menentukan langkah selanjutnya.

"Kita lihat kembali. Mungkin nanti kita juga akan kerja sama dengan DPP dan DPW," kata Sri.

Sri berharap kondisi di Labuan, Carita dan wilayah sekitarnya tetap aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

"Harapan besar kita tidak terjadi apa-apa, aman dan damai, sehingga kehidupan dan kegiatan masyarakat sehari-hari tetap berjalan normal," pungkasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama