MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sebanyak 300 siswa MTsN 2 Pandeglang antusias mengikuti kegiatan Rhino Comes to School yang digelar Yayasan Konservasi OFORA Indonesia di aula MTsN 2 Pandeglang, Banten, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan Rhino Comes to School ini digelar sebagai bagian dari edukasi konservasi badak Jawa sekaligus memperingati Hari Badak Sedunia yang diperingati setiap 22 September.
Mengusung tema “Dengan Mengenal, Menjaga Badak Jawa untuk Masa Depan yang Lebih Baik”, kegiatan tersebut mengajak para siswa mengenal lebih dekat badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), satwa langka yang habitat alaminya saat ini berada di Taman Nasional Ujung Kulon.
Kegiatan edukasi konservasi badak Jawa tersebut merupakan hasil kerja sama Yayasan Konservasi OFORA Indonesia dengan MTsN 2 Pandeglang dan mendapat dukungan dari Perolus Foundation, Inggris.
Selain mendapatkan materi mengenai badak Jawa, para siswa juga mengikuti berbagai games dan kegiatan interaktif bersama narasumber. Diskusi berlangsung menarik karena sejumlah siswa berani berinteraksi menggunakan bahasa Inggris.
Direktur Yayasan Konservasi OFORA Indonesia, Ofat Sofwatuddin, S.IP., mengatakan Rhino Comes to School merupakan salah satu upaya untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian badak Jawa.
“Harapannya, mereka menjadi generasi masa depan yang mengenal, mencintai, kemudian melindungi badak. Badak Jawa bukan hanya ikon Banten, tetapi juga harta karun Indonesia bahkan dunia,” ujar Ofat.
Dalam kegiatan tersebut, siswa MTsN 2 Pandeglang menyaksikan video mengenai kondisi badak Jawa dan aktivitas pemantauan yang dilakukan tim di Taman Nasional Ujung Kulon.
OFORA Indonesia sebelumnya juga turut mendukung kegiatan pemantauan badak Jawa, termasuk melalui dukungan kamera untuk melengkapi perangkat pemantauan yang digunakan di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon.
Setelah pemutaran video, Ofat memberikan materi mengenai berbagai aspek kehidupan badak Jawa. Materi tersebut meliputi status konservasi, perkiraan populasi, persebaran badak Jawa pada masa lalu, perilaku, hingga jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan.
Para siswa juga diperkenalkan dengan metode pemantauan menggunakan kamera jebak atau camera trap.
Rekaman kamera jebak kemudian dianalisis oleh tim identifikasi untuk mengenali individu badak Jawa berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki setiap satwa.
“Setiap badak sudah diberi nama oleh tim profesional untuk memudahkan identifikasi,” kata Ofat.
Menurut Ofat, hasil pemantauan kamera jebak juga dapat membantu tim mengetahui perkembangan populasi badak Jawa, termasuk keberadaan individu baru hasil kelahiran.
Kegiatan Rhino Comes to School di MTsN 2 Pandeglang berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Sejumlah siswa bahkan berani menyampaikan pertanyaan menggunakan bahasa Inggris. Keberanian para siswa tersebut mendapat apresiasi dari Ofat.
Kepala MTsN 2 Pandeglang, H. Eman Sulaeman, mengatakan edukasi mengenai konservasi badak Jawa sangat relevan bagi para siswa.
Pasalnya, wilayah Labuan merupakan salah satu daerah penyangga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Kedekatan tersebut menjadi peluang bagi siswa untuk mengenal lebih jauh kawasan konservasi dan satwa langka yang hidup di dalamnya.
“Ini kampanye pelestarian badak Jawa. Minimal sebagai edukasi kepada siswa-siswi tingkat SLTP atau MTs supaya mereka lebih mengenal badak Jawa, seperti apa ancaman kepunahannya dan kenapa kita harus melestarikannya,” ujar Eman.
Eman berharap edukasi konservasi badak Jawa tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Ia mendorong adanya program kunjungan langsung bagi siswa ke Taman Nasional Ujung Kulon.
Menurutnya, kunjungan lapangan dapat memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih nyata kepada siswa mengenai habitat badak Jawa.
“Anak-anak kita banyak mendapatkan informasi atau edukasi secara teori. Tetapi masih banyak yang belum tahu Taman Nasional Ujung Kulon itu di mana dan belum pernah menginjakkan kaki secara langsung di kawasan tersebut,” katanya.
Ia berharap lembaga konservasi dapat melibatkan sejumlah siswa dalam kegiatan lapangan sehingga mereka dapat melihat langsung kawasan habitat badak Jawa.
“Jadi mereka bisa tahu, oh begini Taman Nasional Ujung Kulon. Ini adanya di sini,” ujar Eman.
Salah seorang siswa mengaku senang mengikuti kegiatan Rhino Comes to School. Ia mendapatkan pengetahuan baru mengenai karakter badak Jawa, termasuk bahwa satwa tersebut cenderung pemalu dan hidup menyendiri.
"Jadi tau bahwa Badak ini hewan introvert,," ucapnya.
Kegiatan Rhino Comes to School di MTsN 2 Pandeglang diharapkan menjadi bagian dari edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap konservasi badak Jawa.
Dengan mengenalkan badak Jawa sejak usia sekolah, para siswa diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan satwa langka tersebut, tetapi juga memahami pentingnya menjaga habitat dan kelangsungan hidup badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (Ila).
