MenaraToday.Com - Pandeglang :
Penyaluran Bansos Pangan Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, dilakukan dengan sistem jadwal per kampung. Cara ini diterapkan untuk mengurai penumpukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kantor desa.
Kasie Kesra Desa Labuan, Rio Vinsa Akbar, mengatakan sistem penjadwalan tersebut membuat proses penyaluran Bansos Pangan periode Juli-September lebih terkendali. Menurut Rio, KPM diminta datang sesuai jadwal yang telah ditentukan berdasarkan kampung masing-masing.
"Kita terapkan sistem jadwal per kampung. Misal Kampung Karabohong dan Kampung Baru jam 08.00-09.30 WIB, Kampung Panguseupan jam 14.30-16.00 WIB," ujar Rio.
Penerapan jadwal tersebut dinilai cukup efektif mengurangi kepadatan warga saat mengambil bantuan di kantor Desa Labuan.
"Dan itu cukup berdampak, tidak terjadi penumpukan parah seperti sebelum-sebelumnya," katanya.
Di sisi lain, jumlah penerima Bansos Pangan di Desa Labuan justru mengalami peningkatan.
Rio menyebutkan, jumlah KPM pada periode Juli-September mencapai 1.315 penerima. Angka tersebut meningkat dibandingkan jumlah penerima pada periode sebelumnya.
"Jumlah KPM Pangan periode Juli-September berjumlah 1.315. Jumlah tersebut mengalami penambahan dibandingkan sebelumnya," ungkap Rio.
Dengan bertambahnya jumlah KPM, pengaturan jadwal dinilai penting agar proses penyaluran bantuan tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Pandeglang.
Jumlah KPM Bansos Pangan di Desa Kalanganyar justru mengalami pengurangan sekitar 80 penerima.
Sekretaris Desa Kalanganyar, Umaedi, mengatakan saat ini jumlah penerima Bansos Pangan tercatat sebanyak 1.116 KPM. Jumlah tersebut turun dari periode sebelumnya yang mencapai sekitar 1.200 KPM.
"Total 1.116, turun sekitar 80 KPM. Sebelumnya 1.200 KPM," ujar Umaedi.
Untuk mendukung kelancaran penyaluran Bansos Pangan di Desa Kalanganyar, pemerintah desa melibatkan sejumlah tenaga.
Petugas yang dilibatkan di antaranya RT, RW dan petugas BPS. Sedikitnya enam petugas BPS turut membantu proses penyaluran.
"Tenaga yang dilibatkan RT, RW, petugas BPS. Petugas BPS enam orang, totalnya hampir 12 orang," jelas Umaedi.
Menurutnya, keterlibatan banyak petugas diperlukan karena sebagian penerima bantuan merupakan warga lanjut usia (lansia).
Paket bantuan yang harus dibawa penerima juga cukup berat, yakni sekitar 30 kilogram. Kondisi tersebut membuat sebagian lansia membutuhkan bantuan untuk membawa paket pangan.
"Yang dapatnya pasti ada yang lansia. Mereka bawanya bagaimana, lumayan berat, 30 kilogram," katanya.
Bagi penerima yang tidak memiliki kendaraan atau kesulitan membawa bantuan, pihak desa berupaya mencarikan jasa ojek untuk membantu mengantarkan paket.
Umaedi berharap penerima yang sebelumnya sudah mendapatkan Bansos Pangan tetap dapat menerima bantuan pada periode berikutnya.
"Kalau bisa, yang biasa dapat harus dapat. Kalau bisa menambah, jangan ada pengurangan," harapnya.
Ia menilai pengurangan jumlah KPM dapat berdampak terhadap masyarakat yang sebelumnya telah menerima bantuan.
Dengan mekanisme penyaluran yang berbeda di masing-masing desa, pemerintah desa berharap penyaluran Bansos Pangan di Kecamatan Labuan dapat berjalan tertib sekaligus memastikan bantuan diterima masyarakat yang masuk dalam daftar penerima. (ILA)
