MenaraToday.Com - Pandeglang :
Tradisi Sedekah Bumi di Kampung Kalapa Cagak, Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapat apresiasi dari Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani. Tradisi tahunan yang digelar pada Rabu (28/10/2026) ini, merupakan bentuk upaya para petani setempat agar padi yang akan ditanam hasilnya melimpah.a
Kegiatan yang dipusatkan di Pesawahan Kampung Kalapa Cagak tersebut juga menjadi upaya masyarakat dalam melestarikan budaya leluhur, memperkuat gotong royong, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan, diwakili Kepala Pembinaan Wilayah (Binwil) Kabupaten Pandeglang, Agus Amin Mursalin, S.H., M.H.,
Acara Sedekah Bumi Pandeglang ini turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Pandeglang, perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kebudayaan Dan Kebudayaan, Dewan Adat Kampung Kalapa Cagak, unsur Muspika Kecamatan Sobang, penyuluh pertanian, serta tamu undangan lainnya.
Utusan Bupati Pandeglang, Kepala Pembinaan Wilayah (Binwil) Kabupaten Pandeglang, Agus Amin Mursalin, S.H., M.H., mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga tradisi Sedekah Bumi sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi bentuk rasa syukur atas hasil pertanian, tetapi juga mengandung nilai pelestarian lingkungan, kebersamaan, dan gotong royong.
"Kami dari unsur pemerintah tentu mengapresiasi kegiatan ini. Tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun dan memberikan manfaat bagi masyarakat seperti ini perlu kita jaga dan lestarikan," ujar Agus.
Ia menegaskan, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga alam dan memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab.
"Jangan sampai kita hanya mengeksploitasi alam, tetapi kurang bertanggung jawab dalam menghargai, menjaga, dan memanfaatkannya. Tradisi ini perlu kita dukung karena dapat menjadi pemicu tumbuhnya semangat gotong royong dan persatuan masyarakat," katanya.
Agus juga menyampaikan bahwa Bupati Pandeglang menitipkan dukungan kepada panitia sebagai bentuk penghargaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Sedekah Bumi, Zaenal Abidin, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini memiliki sejumlah kegiatan tambahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pawai budaya yang melibatkan masyarakat dan menambah kemeriahan acara selama dua hari penyelenggaraan.
"Alhamdulillah, kegiatan sangat meriah dan sudah menyedot antusiasme masyarakat sekitar. Ini menjadi bagian penting dari upaya kami agar tradisi Sedekah Bumi tetap lestari dan menjadi budaya masyarakat," ungkap Zaenal.
Selain pawai budaya, panitia menggelar pertunjukan tari penyambutan tamu agung, pencak silat, lomba yel-yel, serta lomba membuat pikulan atau alat untuk mengangkut beban menggunakan bahu dihari sebelumnya, yakni pada Selasa (27/10/2026).
Dalam lomba membuat pikulan, peserta ditantang menghasilkan alat angkut yang kuat, bagus, dan lentur. Kekuatan pikulan kemudian diuji secara langsung dengan beban seberat 60 kilogram.
Rangkaian kegiatan dihari kedua dijadwalkan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan doorprize.
Anggota DPRD Pandeglang, Khumaedi,S.E., berharap tradisi Sedekah Bumi Kampung Kalapa Cagak dapat menjadi agenda tahunan Kabupaten Pandeglang.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kegiatan tersebut, terutama dalam mendukung pelestarian kebudayaan dan pengembangan potensi wisata daerah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Iyan Taryana Adikara, mengatakan tradisi Sedekah Bumi menjadi salah satu kebudayaan lokal yang telah diusulkan kepada Kementerian Kebudayaan untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Menurutnya, terdapat lima tradisi lokal yang telah diusulkan kepada kementerian. Namun, proses penetapan masih memerlukan pemenuhan sejumlah persyaratan.
"Sedekah Bumi yang dilaksanakan masyarakat Desa Teluk Lada ini menjadi salah satu tradisi yang kami usulkan kepada kementerian terkait untuk masuk sebagai Warisan Budaya Takbenda," kata Taryana.
Ia berharap proses pengusulan tersebut dapat berjalan lancar sehingga tradisi Sedekah Bumi memperoleh pengakuan sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Pandeglang.
"Kami berharap tradisi Sedekah Bumi ini bisa disahkan menjadi Warisan Budaya Takbenda untuk Kabupaten Pandeglang, khususnya Kecamatan Sobang dan Desa Teluk Lada," ujarnya.
Melalui kegiatan Sedekah Bumi, masyarakat Kampung Kalapa Cagak tidak hanya mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen padi, tetapi juga menjaga identitas budaya, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Tradisi ini diharapkan terus dilestarikan agar menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus potensi pengembangan wisata budaya di Kabupaten Pandeglang, Banten. (Ila)
