MenaraToday.Com - Pandeglang :
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, memperkuat peran kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan mencegah stunting, khususnya pada bayi dan balita. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pemberdayaan Kader Posyandu Kecamatan Majasari dan Kecamatan Pandeglang yang dihadiri Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, di Cafe Ne'u, Rabu (21/10/2026).
Bupati Pandeglang mengapresiasi dedikasi kader Posyandu yang selama ini membantu pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama ibu hamil, bayi, balita, dan lanjut usia (lansia).
Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Selain membantu mendekatkan akses pelayanan kesehatan, kader juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga.
“Para kader Posyandu harus terus belajar dan meningkatkan pengetahuan. Dengan begitu, kader dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, serta pentingnya menjaga kesehatan keluarga,” ujar Dewi.
Dewi menegaskan, keberhasilan program kesehatan pemerintah tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Karena itu, ia berharap para kader Posyandu terus meningkatkan kemampuan dan memperbarui pengetahuan agar dapat memberikan informasi kesehatan yang tepat kepada masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar pelayanan kesehatan dasar semakin optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Dewi, kolaborasi seluruh pihak diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat diakses masyarakat secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Eniyati, mengatakan Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menyebut kontribusi kader sangat penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjadi penghubung antara warga dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Di balik keberhasilan pelayanan Posyandu, ada peran luar biasa dari para kader. Ibu-ibu kader adalah pahlawan kesehatan yang bekerja tanpa lelah, menjadi jembatan antara masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan,” terang Eniyati.
Menurutnya, pemberdayaan kader Posyandu bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai tugas serta tanggung jawab dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar.
Kader Posyandu juga berperan mengajak masyarakat rutin mengunjungi Posyandu, memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi, imunisasi, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Selain itu, kader membantu melakukan pendataan, penimbangan berat badan, serta pengukuran tinggi atau panjang badan anak untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita.
Pemantauan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mengenali risiko gangguan pertumbuhan sejak dini, termasuk risiko stunting, sehingga anak dapat memperoleh tindak lanjut pelayanan kesehatan yang sesuai.
Eniyati berharap penguatan kapasitas kader Posyandu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, dan masyarakat.
Melalui penguatan tersebut, Pemkab Pandeglang berharap akses pelayanan kesehatan dasar semakin mudah dijangkau, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan meningkat, serta upaya pencegahan stunting berjalan lebih efektif.
Penguatan peran kader Posyandu diharapkan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pandeglang. (Ila)
