Door Prize Ratusan Juta dan Santunan 215 Anak Yatim Meriahkan Puncak HSN PWNU Banten 2026 Di Pandeglang

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) PWNU Banten 2026 di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (18/10/2026), berlangsung meriah. Lebih dari 3.000 hadiah door prize disiapkan untuk peserta jalan santai sarungan, sementara 215 anak yatim menerima santunan dan paket sembako.

Ribuan peserta mengikuti kegiatan yang menjadi penutup rangkaian HSN PWNU Banten 2026 tersebut. Berbagai hadiah menarik, mulai dari merchandise, sandal, kipas angin, penanak nasi (rice cooker), mesin cuci, hingga sepeda listrik, dibagikan melalui pengundian kupon.

Tak hanya itu, panitia juga menyediakan minuman, snack, buah-buahan dan sarapan gratis disepanjang rute yang dilalui. Salah satunya Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dan Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) yang menyediakan ratusan box snack dan 4.000 potong semangka.

Ketua Panitia HSN PWNU Banten 2026, KH. Sirojudin, ZA., mengatakan, ribuan hadiah tersebut disiapkan untuk menambah kemeriahan kegiatan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mengikuti jalan santai sarungan.

"Ada sandal, kipas angin, rice cooker, mesin cuci hingga sepeda listrik yang kami undi bagi para peserta jalan santai sarungan," kata KH. Sirojudin.

Menurutnya, rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional PWNU Banten 2026 di Kabupaten Pandeglang berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.

"Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga rangkaian HSN PWNU tahun ini berjalan dengan baik tanpa kendala apa pun," ujarnya.

Selain pembagian door prize, puncak HSN PWNU Banten 2026 di Pandeglang juga diisi dengan kegiatan santunan anak yatim dan pembagian paket sembako.

Sebanyak 215 anak yatim dari sejumlah desa dan kecamatan menerima bantuan tersebut. Santunan dan paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban keluarga penerima manfaat.

"Ada 215 anak yang hari ini mendapat santunan dan paket sembako, yang berasal dari beberapa desa dan kecamatan," jelas KH. Sirojudin.

Kegiatan santunan anak yatim dalam rangkaian Hari Santri Nasional tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Salah seorang orang tua penerima manfaat, atas nama Rafli, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada panitia atas bantuan yang diberikan.

"Alhamdulillah, saya selaku orang tua Rafli mengucapkan terima kasih atas santunan dan paket sembako yang diberikan oleh panitia. Semoga di tahun depan ada lagi," katanya.

Sekretaris Desa Kalang Anyar, Umaedi, turut mengapresiasi kegiatan sosial yang diselenggarakan dalam rangka HSN PWNU Banten 2026.

Ia menyebutkan, sebanyak 40 anak yatim dari Desa nya menerima santunan dalam kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, warga kami sebanyak 40 anak yatim mendapatkan santunan di momentum peringatan HSN tahun ini. Semoga bisa membantu anak-anak yatim," ucap Umaedi.

Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial dalam peringatan Hari Santri Nasional, sekaligus memperkuat hubungan antara penyelenggara dan masyarakat.

Peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dan ulama dalam sejarah bangsa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi.

Melalui rangkaian kegiatan HSN PWNU Banten 2026 di Kabupaten Pandeglang, masyarakat tidak hanya menikmati kegiatan jalan santai sarungan dan pembagian hadiah, tetapi juga menyaksikan penyaluran bantuan kepada anak-anak yatim.

Kegiatan santunan dan pembagian paket sembako tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, rangkaian HSN PWNU Banten 2026 di Kabupaten Pandeglang ditutup melalui perpaduan kegiatan kebersamaan dan aksi sosial yang menegaskan pentingnya semangat berbagi dalam momentum Hari Santri Nasional. (Ila) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama