MenaraToday.Com - Pandeglang :
Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mengalami erupsi sebanyak tujuh kali pada Sabtu (31/10/2026) malam. Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, aktivitas erupsi berlangsung sejak pukul 18.30 WIB hingga 19.59 WIB.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat terjadi pada pukul 18.30 WIB, 19.15 WIB, 19.32 WIB, 19.38 WIB, 19.42 WIB, 19.54 WIB, dan 19.59 WIB.
Pada erupsi terakhir pukul 19.59 WIB, aktivitas vulkanik terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi selama 70 detik. Namun, visual letusan tidak teramati.
Hingga Sabtu malam, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta menghindari kawasan yang berpotensi terdampak bahaya erupsi.
Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal resmi MAGMA Indonesia dan instansi terkait.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu menjadikan sumber resmi sebagai acuan dalam menyikapi perkembangan aktivitas gunung api tersebut. (Ila)
