MenaraToday.Com - Pandeglang :
Jumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Pandeglang, Banten, masih tergolong minim. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan telur masyarakat belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi peternakan lokal dan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Padahal, potensi usaha peternakan ayam petelur di Pandeglang dinilai cukup menjanjikan. Selain memiliki pasar yang luas, telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan masyarakat setiap hari.
Peternak ayam petelur, Udi Saudi, mengatakan bahwa peluang pengembangan usaha ayam petelur di Pandeglang masih terbuka lebar. Namun, biaya pakan menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan oleh para peternak.
Menurut Udi, pemeliharaan ayam petelur sejauh ini relatif tidak memiliki kendala berarti. Persoalan utama justru terletak pada harga pakan yang dibeli dari kios atau toko.
"Kalau untuk kendala pemeliharaan sejauh ini tidak terlalu ada. Hanya saja, kalau membeli pakan dari kios, biayanya cukup terasa. Berbeda kalau kita bisa meracik atau membuat pakan sendiri, tentu ada keuntungan lebih," ujar Udi Saudi. Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, peternakan ayam petelur juga memiliki perbedaan dengan peternakan ayam pedaging atau broiler, terutama dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan limbah.
Menurutnya, peternakan ayam petelur relatif lebih ramah lingkungan karena bau amoniak yang dihasilkan tidak terlalu menyengat dibandingkan peternakan ayam broiler.
Udi mengungkapkan, jumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Pandeglang hingga kini masih terbatas. Sementara itu, kebutuhan telur masyarakat cukup besar sehingga peluang pasar bagi peternak lokal masih terbuka.
"Peternak ayam petelur di Pandeglang masih minim, masih bisa dihitung jumlahnya. Sementara kebutuhan telur masyarakat masih banyak didatangkan dari luar daerah," ungkapnya.
Dalam menjalankan usaha tersebut, Udi mengembangkan peternakan dengan populasi ayam yang terdiri dari ayam siap produksi dan ayam yang masih dalam tahap pembesaran. Produktivitas ayam petelur yang dipelihara dengan baik, kata dia, dapat mencapai sekitar 80 persen.
Ia juga mendorong pengembangan pengetahuan peternak mengenai pembuatan pakan mandiri. Dengan kemampuan meracik pakan sendiri, biaya operasional diharapkan dapat ditekan sehingga keuntungan usaha menjadi lebih optimal.
Lebih lanjut, Udi berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan peternakan ayam petelur. Dukungan tersebut bisa berupa pelatihan, pendampingan teknis, edukasi pembuatan pakan, hingga bantuan pengembangan usaha peternakan.
"Harapan saya, pemerintah maupun pihak-pihak terkait bisa mendorong ketahanan pangan dari sektor peternakan. Kita ciptakan produksi telur dari peternak lokal terlebih dahulu, supaya kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri," harapnya.
Menurut Udi, telur merupakan sumber protein yang dibutuhkan hampir seluruh kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu, peningkatan produksi telur lokal menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha ayam petelur sehingga Kabupaten Pandeglang mampu meningkatkan produksi telur lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. (Ila)
