MenaraToday.com - Tapsel :
Seorang oknum guru honorer yang bertugas di SMP Negeri 5 Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berinisial AJH (36) diduga telah menelantarkan anak dan istrinya, yang sekarang berdomisili di Kota Padangsidimpuan
Padahal DA (27), istri ke dua yang dinikahinya pada tahun 2017 lalu dengan disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak, yang sudah melahirkan seorang anak buah dari pernikahan mereka namun bukan nya kebahagian yang ia rasakan malah beban hidup nya sehari-hari pun tidak dipenuhi oleh suami nya yang dulu berjanji akan menceraikan istri pertamanya namun sampai sekarang semua hanya janji belaka.
"1 Tahun diawal pernikahan kami dia sangat baik, memenuhi kebutuhan hidup saya sampai anak kami WSH lahir, ibu mertuaku juga sering mengunjungi kami, dan pada waktu itu dia berjanji akan menceraikan istri pertamanya yang juga seorang guru disalah satu SD Negeri di Simataniari, namun sejak istri pertamanya di lantik pada awal bulan Februari lalu sebagai Kepala SD Negeri, ianya tidak pernah perduli kepadaku dan anak kami, yang sudah 3 bulan tidak di nafkahinya," terang DA
Ironis nya setelah menikah, DA yang dulunya bekerja di salah satu Akademi Kesehatan ternama di Kota Padangsidimpuan ini, disuruh AJH untuk berhenti dan fokus mengurus rumah tangga,
"Dulunya saya kerja namun setelah kami menikah, saya disuruh berhenti dan fokus mengurus rumah tangga, namun semua itu tidak perlu dipersoalkan, saya harap dia mengurus saya untuk bekerja kembali sesuai janjinya juga dan memberikan biaya hidup anakku,"harapnya
Saat ditanya langkah apa yang akan dia tempuh bila AJH tidak memenuhi permintaan nya, ianya berjanji akan menempuh jalur hukum."Saya akan menempuh jalur hukum, karna ini menyangkut masa depan anak saya,selain menelantarkan kami, dia juga telah menguras habis Emas perhiasanku sebanyak 17,5 gram yang di mintaknya untuk menebus biaya pengobatan ibunya dan untuk membayar cicilan Bank, itu juga harus dia kembalikan"tegasnya
Sementara sampai berita ini di kirimkan ke meja redaksi, AJH tidak bisa di hubungi karena nomor handphone nya sedang tidak aktif (ucok siregar)
