Harga Sawit Anjlok, Warga Teluk Meranti Memilih Usaha Membangun Sarang Walet


MenaraToday.Com - Pelalawan :

Seiring dengan majunya perkembangan jaman dan meningkatnya kebutuhan perekonomian disuatu daerah masing masing, kini masyarakat memang harus jeli dalam melakukan sesuatu usaha, berdagang maupun dibidang pertanian guna untuk mencukupi kebutuhannya masing masing.

Namun lain halnya dengan masyarakat yang ada didaerah Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, rata rata sebagian besar masyarakatnya lebih memilih usaha dengan mendirikan sarang burung walet.

Dari pantauan awak MenaraToday Selasa (18/6/2019) saat berjalan mengelilingi wilayah Desa Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti tampak disepanjang  perkampungan tersebut banyak berdiri tinggi bangunan bangunan sarang burung walet.

Sengaja awak media menghampiri Yaman (52) salah satu warga tempatan yang kadang kesehariannya berprofesi sebagai nelayan disungai Kampar.

" benar bang...disini kami  bahkan warga pendatang pun mayoritas kebanyakan lebih cenderung untuk mendirikan bangunan untuk walet,bahkan untuk satu orang warga ada yang punya dua bangunan walet pribadinya,dan rata rata bangunan kami disini terbuat dari bahan kayu yang masih gampang didapat dengan pondasi dicor..'

Masih kata Yaman " apalagi beberapa bulan terakhir harga sawit terus menurun dan saat ini harga yang kami terima dari agen cuma berkisar 400 rupiah/kilogramnya..'

Sekalipun harus menunggu waktu yang lama hingga satu atau dua tahun mulai bangunan walet jadi,kami sudah bisa menikmati hasil dari air liur walet tersebut dengan harga berpariasi mulai dari yang super mencapai kurang lebih 16jt/kg hingga yang biasa 6 sampai 7jt/kg "tutupnya.
(Arman).
Lebih baru Lebih lama