MenaraToday.com - Sergai :
Kebun Gunung Pamela, Distrik Serdang I (Diser I), PTPN III (Persero) yang menjadikan jurang diareal HGU (Hak Guna Usaha) tepatnya di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, sebagai tempat pembuangan ''Limbah" Batang Pohon Sawit sisa dari proyek jalan tol Tebing Tinggi - Pematang Siantar dinilai kurang maksimal dalam teknis pengkajian, walaupun ada sisi positifnya sebagai penimbun jurang yang curam, diduga "limbah" tersebut juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, seperti berpotensi merusak jalan warga dan batang pohon sawit tersebut diduga nantinya akan menimbulkan bau dan penyusutan permukaan tanah karena proses pembusukan batang pohon sawit tersebut.
''Selain dekat pemukiman warga, salah satu lokasi jurang tempat pembuangan tersebut, juga dekat dengan sungai itu ketua, adalah sekitar seratus meter kurang lebih'' Ucap warga sekitar.
Berbeda dengan Warga lainnya ia menjelaskan bahwa jalan saat ini memang terganggu,
''Masih diperbaiki, jalan ini ketua, becek ini, biar enak warga lewat" Jelas warga yang tinggal sekitar lokasi pembuangan limbah.
Untuk mengetahui bagaimana awal mula proses pembuangan limbah tersebut dan apakah sudah dikaji secara utuh terkait dampak - dampak yang ditimbulkan, tim MenaraToday.com pun mengkonfirmasi Erwin, selaku bidang umum (staff humas) di kebun Gunung Pamela dan Jumiin, selaku humas di Distrik Serdang I, PTPN III (Persero), Rabu (31/7/2019) tetapi anehnya mereka semua tidak mengetahui secara menyeluruh terkait hal tersebut, padahal lokasi pembuangan limbah diareal mereka.
''Gini loh bang, itukan areal kebun, masyarakat gak keberatan, udah ada surat permohonan dari warga supaya itu ditimbun ditujukan ke distrik'' Jawab Erwin.
Ketika disinggung terkait jalan yang berpotensi rusak, Erwin menjelaskan tidak mengetahui soal itu.
''kita udah koordinasi sama Kepala Desa, kita gak tau lah'' Ucap Erwin.
Seperti yang dijelaskan Erwin bahwa hal tersebut juga urusan Distrik tetapi humas distrik mengaku sama sekali tidak mengetahui soal tersebut.
''Aku gak tau, tanya kebun Pamela, yang mana Waskita pun aku tak tau orangnya, tanya Erwin aja, karena dia yang kenal, pokoknya dia yang bawakan dari awal ke distrik, dialah semua" Papar humas Diser I.
Ditempat berbeda, Dewi Yanthi, Kepala Desa Buluh Duri ketika dikonfirmasi MenaraToday.com menjelaskan bahwa ianya belum pernah ketemu dengan pihak pengelola yang mengerjakan proyek pembuangan limbah tersebut,
"Aku belum pernah jumpa bang, memang semalam itu mereka mau ketemu sama saya, tapi saya masih agak sibuk makanya belum jadi jumpa, nanti kita sampaikan jika ketemu mereka" Jelas Kades. (Irlan.S)

