Mbah Jum, Hidup Sebatang Kara Dan Butuh Bantuan Dermawan


MenaraToday.Com - Banyuwangi :

Karma alias mbah Jum (65)  tinggal seorang diri di sebuah gubuk yang sangat tidak layak dan hampir roboh yang berada di Dusun Krajan RT 001/RW 004 Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.


Gubuk berukuran kurang lebih 3x,5 m persegi, yang kondisinya sangat memprihatinkan, tempat tinggal Mbah Karma alias Mbah Jum tersebut jauh dari kata layak huni.

Dengan adanya hal ini menunjukkan bukti bahwa Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten dan instansi terkait belum seratus persen serius dalam menjalankan program mengentaskan kemiskinan  dan di duga dalam melakukan pendataan masyarakat miskin masih tebang pilih.

Kepada MenaraToday.Com, Mbah Jum bercerita bahwa jika hujan tiba atap rumahnya bocor, dan jika cuaca panas maka terik matahari masuk ke dalam ruangan. Ia juga memperlihatkan peralatan dapurnya yang sudah tua dan tak layak pakai.

Mbah Jum berharap kepada Pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi maupun Pusat serta instansi terkait agar rumahnya bisa di benahi dan masuk dalam program bedahbrumah, karena selama ini baik dari pemdes dan pemkab belum ada satupun yang datang memberikan bantuan bedah rumah, hal ini juga dibenarkan oleh Mad Dulla selaku ketua RT 01/RW 04  bahwa Mbah Jum memang tidak pernah mendapat bantuan apapun,

“Mbah Jum ini tidak pernah mendapat bantuan apapun mas? seperti PKH atau bantuan lainnya, apalagi bantuan bedah rumah, ya sama sekali belum dapat. Kalau sampean (kamu) tidak percaya, coba sampean cek sendiri keadaan rumahnya yang hampir roboh itu,"Jelasnya.

"Untuk kebutuhan hidup, Mbah Jum  biasa menjual hasil lontongnya kepasar Kalibaru dengan modal beras 1 sampai 1 setengah kilo dengan penghasilan kotor perhari hanya Rp 20.000 sampai 25.000. Kalau untuk makan, mbah akan masak jika masih ada beras dari hasil penjualan lontong,"ujar Mbah Jum.

Beruntung tempat tinggalnya berdekatan dengan rumah tetangganya yang bernama Adi Purnomo (30), sehingga meskipun sedikit, Adi kerap membantu kehidupan Mbah Jum.

Menurut Adi Purnomo, Mbah Jum itu tinggal disana sudah berpuluh-puluh tahun. 

"Mbah Jum  membangun gubuk itu ketika suaminya masih hidup.” Kata Adi Kamis, (21/08/2019).

Adi juga mengatakan, meski sudah berpuluh-puluh tahun hidup di rumah tidak layak huni, Mbah Jum sampai kini belum mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU).

“Dari dulu belum pernah sekalipun mendapat bantuan RUTILAHU, saya sendiri tidak tahu apa alasannya.”ujar Adi Purnomo.(MS)
Lebih baru Lebih lama