MenaraToday.Com - Cianjur :
Warga Kampung Cibodas RT 02/08 Desa Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa barat, berswadaya merenovasi Masjid Jami At-Taqwa.
Masjid tersebut merupakan salah satu fasilitas atau satu-satunya tempat ibadah umat muslim di keRWan 08, Desa Naringgul. Alasan dilakukan renovasi itu, lantaran mesjid yang lama, terlalu sempit dan tergerus pelebaran jalan Nasional Bandung - Cianjur dan Naringgul - Cidaun.
Menyikapi hal tersebut, warga berinisiatif membongkar dan membangun kembali masjid dengan biaya dan tenaga swadaya, dengan memanfaatkan tanah wakaf pemberian dari salah satu warga.
Untuk luas tanah yang dibangun berukuran 8 x 9 meter. "Memang ukurannya masih terlalu kecil, sehingga masih perlu adanya perluasan/pelebaran tanah untuk pembangunan masjid," tutur warga.
Berdasarkan pantuan awak media dilapangan, pembagunan masjid At-Taqwa Cibodas, kini menjadi berukuran 12X14 meter, sehingga kedepannya akan punya halaman serta tempat parakir yang cukup luas.
Ketua Dewan Kesejahteraan Mesjid (DKM) Solihin (43), mengatakan, awalnya bangunan mesjid jami At-Taqwa tergerus pelebaran jalan. Nah, dari situlah saya bersama warga setempat, membentuk kepanitiaan pembangunan masjid.
"Alhamdulillah dengan swadaya masyarakat serta adanya bantuan dari para dermawan dan agnia, dari dalam dan luar daerah. Pembangunan sudah mulai dilakasanakan. Seperti halnya membuat pondasi, pengecoran tiang dan memasang pelat beton," katanya, Kamis (26/9)
Saya berharap, "sebetulnya kami sangat mengharapkan adanya bantuan dari pihak pemerintah daerah dan pusat. Karena rencananya, anggaran biaya pembangunan masjid sampai selesai itu, diperkirakan memerlukan dana sampai Rp. 500 juta. Ya, mudah-mudahan saja ada dermawan yang mau membantu," harapnya.
Sekretaris pelaksanaan pembangunan masjid At-Taqwa, Dedang (35) pun mengatakan hal yang sama, yakni "dengan kekompakan seperti inilah, warga bisa memulai pelaksanaan pembangunan masjid ini," ujarnya.
Lanjutnya, adapun cara pengerjaannya, dilakukan secara bersama-sama secara swadaya, itupun pelaksanaannya digilir, terkecuali orang tua (lansia) atau memang sakit-sakitan.
"Untuk pengerjaanya, kita lakukan bersama-sama, secara sewadaya, dan aturan pelaksanaannya sudah ditetapkan oleh panitia dengan cara dibagi secara bergiliran, waktu kerjanya. Jadi semua warga kebagian. Lain halnya dengan orang tua, dan orang yang sering sakit-sakitan," terangnya.
Dedang mengharapkan, mudah-mudahan pembangunan masjid At-Taqwa Cibodas ini, bisa berjalan dengan baik dan tepat waktu, sesuai perencanaan.
"Mudah-mudahan atas ijin Alloh SWT, pembangunan masjid ini bisa sesuai dengan apa yang diarapkan. Tak lupa juga, saya ucapka terimakasih, kepada semua pihak yang sudah membantu berjalannya pembangunan masjid ini," pungkasnya.
