MenaraToday.Com – Sukabumi :
Perpustakaan
" Harapan " berhasil meraih juara III dalam lomba Literasi dan
Lounching E-book Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten, yang dilaksanakan di
Gelanggang Cisaat Sukabumi dengan di ikuti dari tiap Desa se Kabupaten
Sukabumi, Kamis, (26/9/2019).
Perpus
Harapan merupakan perwakilan dari Desa
Margaluyu Kecamatan Sukaraja, keberhasilannya meraih setelah mendapat penilaian
dari Dewan Juri Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Aspek
penilaian perpustakaan tersebut antara lain berkas kelengkapan administrasi dan
buku profil perpustakaan yang sebelumnya telah dikirim melalui Dinas
Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sukabumi ke Dewan Juri di Kantor Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia.
Pengelola
Perpustakaan Harapan Desa Margaluyu Nena Yuningsih mengungkapkan, instrumen
penilaian pengelolaan perpustakaan pada tahap ini meliputi kelengkapan
administrasi, sarana tempat, buku dan kerjasama eksternal yang dimuat dalam
satu berkas profil Perpustakaan Harapan Desa Margaluyu yang jumlahnya hampir
700 halaman.
“Semua aspek
administrasi tersebut sudah kami lampirkan pada buku profil Perpustakaan
Harapan untuk menjadi bahan penilaian Dewan Juri, profil tersebut kami muat
kurang lebih 700 halaman yang sebelumnya sudah kami susun ”. Ucapnya.
Sementara
itu Kepala Desa Margaluyu H.Saefuloh mengatakan, Program Kerja Perpustakaan
Desa Margaluyu, sudah Ia maksimalkan dengan SDM yang ada, sehingga sampai saat
ini menjadi pondasi bagi terselenggaranya kegiatan peningkatan minat baca bukan
hanya mencakup wilayah Desa saja melainkan sampai pada tingkat Kecamatan.
Atas
keberhasilan tersebut pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan dan pembinaan sehingga Perpustakaan Harapan Desa Margaluyu
berhasil meraih Juara ke tiga dalam Lomba Lounching E-book ini.
“Keberhasilan
ini menjadi motivasi untuk kita agar mampu menciptakan program peningkatan
minat baca masyarakat yang jauh lebih baik lagi. Dalam hal menarik minat baca
tentu harus dilakukan dengan ekstra keras karena masyarakat cenderung lebih
menggunakan IT dari pada buku, namun demikian kami akan tetap menggerakkan jiwa
semangat Kami untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui gerakan
membaca,” tuturnya. (Ace/DN)

