MenaraToday.Com – Malang
:
Kepolisian Resor Malang Kota menjaring sejumlah pelajar SMP
dan SMA yang ingin ikutan demonstrasi di Gedung DPRD Kota Malang di Jalan
Kartanegara tepatnya di depan Stasiun Kota Malang.
Dalam pengamanan ini
pelajar yang tidak menggunakan helm dan berboncengan lebih dari dua orang
diminta untuk menyerahkan surat-surat kendaraan, HP dan membuka joke
sepedamotor. Saat ditanya polisi, beberapa pelajar mengakui ingin mengikuti
aksi demonstrasi yang tersebar lewat media sosial dan saat diperiksa dalam
handphone para pelajar ini terdapat seruan untuk datang dalam aksi unjuk rasa
di depan gedung DPRD. Bahkan pelajar tersebut juga telah mempersiapkan
alat-alat aksi demo seperti poster yang ditemukan dengan bertuliskan ‘Hanya Ada
Satu Kata, Lawan’ dan ‘Entah Apa Yang Merasukimu DPR?’
Saat diminta penjelasan
maksud dan tujuan dari demo yang akan diikuti, para pelajar tersebut hanya menjawab
aspirasinya dan yang lain hanya menjawab ikut-ikutan.
“Jadi saat merazia para
pelajar ini, selain menemukan spantuk, kita juga menemukan senjata tajam dalam
bentuk gergaji yang berada di dalan joke sepedamotor dan saat kita tanya
pemilik senjata mengaku untuk memotong skok sepeda motornya dan beberapa
pelajar lainnya beralasan hendak menyaksikan latihan Arema FC, karena dianggap
melanggar, para pelajar tersebut langsung diamankan ke Mapolres Malang Kota” ujar
Kapolres Malang Kota Kota AKBP Dony Alexander.
Doni juga menyebutkan
bahwa sweaping tersebut dilakukan terkait adanya ajakan yang beredar lewat
group media sosial yang mengajak pelajar untuk ikut dalam aksi demosntrasi.
“Jadi kita mendapatkan
informasi dari group WA ‘Belajar Bersatu’ yang didalamnya ada ajakan untuk para
pelajar ikut dalam aksi demo, berbekal hal tersebut kita langsung membentuk
team dan melakukan sweaping kepada para pelajar yang diduga akan mengikuti aksi
demonstrasi” ujar Doni sembari menyebutkan bahwa pelajar tersebut hanya
diamankan dan yang kedapatan membawa senjata tajam, gear sepeda motor dan pil
koplo dilakukan identifikasi dan pembinaan agar tidak dimanfaatkan oleh oknum
yang tidak bertanggung jawab” jelasnya
Lebih lanjut AKBP Doni
Alexander menyebutkan setelah dilakukan pendataan diketahui pelajar yang akan
mengikuti aksi demonstrasi bersal dari Kabupaten Malang yang datang ke Kota
Malang untuk mengikuti ajakan beraksi dan dalam broadcast tersebut para pelajar
tersebut akan bertemu di satu titik
“Setelah kita data,
pelajar tersebut kita kumpulkan di Mapolres Kota Malang dan selanjutnya pelajar
tersebut dipulangkan setelah dijemput oleh orang tua masing-masing dan kami
masih melakukan penyelidikan siapa yang mengajak pelajar ini untuk melakukan
aksi demo dan untuk para pelajar ini kami akan melakukan koordinasi dengan
pihak Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kepala Sekolah agar tidak memberikan
izin dan melarang siswanya untuk ikutan aksi (Yasin/Sofyan)
