Terjadi Di PTPN IV Unit Kebun Marihat, TBS Restan, Berondolan Tidak Dikutip Dan Areal HGU Dibiarkan Longsor


MenaraToday.Com - Simalungun : 

Berbagai upaya terus di lakukan pihak PTPN IV Medan untuk mencapai target laba di tahun 2019. Mulai dari peningkatan hasil produksi  hingga kualitas rendemen CPO, namun apa jadinya jika segala upaya tersebut tidak sejalan dengan apa yang ada di areal kebun.

Seperti yang terjadi di afdeling 3 (tiga) unit kebun PTPN IV Marihat , tandan buah segar yang tidak diangkut (restan) masih terjadi di kebun tersebut, bahkan menginap hingga beberapa hari. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kualitas CPO menjadi rendah dan berdampak pada kerugian perusahaan.

PTPN IV kebun Marihat juga terkesan membiarkan berondolan buah kelapa sawit berserakan di TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) tidak dikutip sepanjang jalan Afdeling. Padahal berondolan tersebut bisa dibilang termasuk asset negara yang masih bisa diolah untuk menghasilkan minyak.

Selain buah restan dan berondolan yang berserakan, management kebun Marihat juga terkesan membiarkan areal HGU yang longsor tanpa ada upaya penanggulangannya. 

Pantauan kru Menaratoday.com di lapangan pada rabu (30/10/2019) tampak puluhan ton TBS restan dan berondolan di biarkan tidak di kutip di afdeling 3 (tiga) PTPN IV kebun Marihat. Begitu juga areal HGU yang longsor bukan merupakan saluran air. 

Hingga berita ini diterbitkan, Asisten produksi afdeling 3 (tiga) Andi Purba, Asisten kepala (Askep) Arma Sirait dan Manejer kebun Marihat Erwin Siregar yang dikonfirmasi tidak ada yang memberikan tanggapan. Begitu juga dengan General Manejer (GM) Distrik 1 (satu) PTPN IV Dasam Saragih ketika dikonfirmasi tidak ada tanggapan.  (Adi)
Lebih baru Lebih lama