MenaraToday.Com – Batanghhari :
Bekarang atau
menangkap ikan beramai ramai oleh masyarakat Batanghari adalah suatu tradisi
dari nenek moyang di Batanghari yang hingga saat ini masih tetap terjaga dan
masih sering di lakukan oleh masyarakat pedesaan.
Pada umumnya Bekarang
dengan menggunakan alat yang di beri nama Skrab yaitu sebuah alat yang terbuat
dari bambu di bentuk seperti tabung menyerupai sangkar ini di lakukan sebelum
musim tanam padi di mulai.
Sebagai tradisi
budaya yang melekat dan masih terjaga hingga saat ini dari itulah tradisi Bekarang
menggunakan alat Skrab ini di perlombakan dalam lomba Bekarang dalam rangkaian Hut
Batanghari ke 71 tahun 2019, yang setiap tahun di selenggarakan sebagai bagian
dari acara yang sudah menjadi anggenda nasional.
Lomba Bekarang resmi
di buka oleh Sekretaris Daerah Batanghari
H. Bakhtiar. Sp, Jumat (29/11/2019) dan di dampingi oleh Kadisporapar
Drs. Ardani Z putra dan tidak ketinggalan perwakilan dari Kementerian
Pariwisata Pusat.
Bakhtiar Sp dalam
pidatonya mengatakan masyarakat Batanghari harus bijaksana dalam pola dan cara
menangkap ikan, dengan cara tradisional ini maka otomatis kita menjaga
lingkungan hidup dan juga menjaga kelestarian budaya daerah kita sendiri.
“Cara menangkap ikan
dengan Bekarang ini lebih bijak lagi dari pada meracuni sungai atau kolam
dengan kimia ataupun dengan menyentrum ikan, hal tersebut sangat berbahayan
bagi kelestarian mahluk hidup khusunya ikan dan juga sangat berbahaya bagi
manusia sekitarnya dan yang pastinya akan mencemarkan lingkungan dan merusak
ekosistem alam” ujar Bakhtiar.
Baktiar juga
menambahkan lomba Bekarang dalam rangkaian Hut Batanghari ke 71 ini di hadiri
oleh peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Batanghari, kemeriahan pada lomba Bekarang ini
juga di hadiri oleh pemeran utama Sinetron Komedi Budak Terate yang juga
langsung melakukan shoting di lokasi lomba bekarang, sehingga acara tersebut
bertambah semakin meriah. (ham)
