3 RSUD Tempat Rujukan Belum Tergunakan Maksimal, JR Saragih Kembali Buat RS Darurat Khusus Covid-19


Menaratoday.com, Simalungun:

Dalam kegiatan percepatan pencegahan penyebaran covid-19 di Kabupaten Simalungun, Ketua Tim Gugus Tugas JR Saragih yang juga merupakan Bupati merubah wisma karantina covid-19 di Batu XX, Kecamatan Panombean Pane menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Covid-19.

Hal tersebut terlihat, Dimana spanduk diatas gapura pinta masuk dan keluar lingkungan tersebut, terpajang sebagai Wisma Karantina Covid-19, Kali iniberubah dan digantikan dengan spanduk RS Darurat Khusus Covid-19.

Dalam pantauan menaratoday.com dilokasi, (14 Mei 2020) terlihat pengerjaan terus diupayakan dan berlanjut untuk menyelesaikan kegiatan tersebut.

Namun, kebijakan JR Saragih untuk menambahkan rumah sakit untuk penangan covid-19 tersebut, banyak masyarakat menilai tidak tepat dan sangat memboroskan APBD TA.2020 untuk penangan pencegahan penyebaran covid-19.

Hal tersebut disampaikan Rahman Purba, pada menaratoday.com saat diminta keterangannya, terkait penambahan Rumah Sakit yang di Batu xx. "Ini sudah sangat tidak tepat dan sangat tidak menyentuh secara luas kepentingan masyarakat untuk menghadapi pandemi covid-19. Kebijakan JR Saragih sangat memberikan anggaran, Karena 3 RSUD sebelumnya sudah dibuat sebagai tempat atau rujukan penanganan pasien covid-19, Kenapa harus ditambahkan?" Ujarnya.

Dan disisi lain, JR Saragih terkait pembanguan RS Darurat khusus Covid-19 dinilai tidak memiliki kajian yang pas tentang perkembangan penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan masyarakat dan terlalu berlebihan dalam penanganan Covid-19.

3 RSUD (Perdagangan, Rondahaim, Parapat) yang sebelumnya digelontorkan anggaran Covid-19 untuk melakukan renovasi dan pembangunan instalasi penanganan pasien covid-19 belum bisa dipergunakan dengan seutuhnya. Dan saat ini, perkembangan pencegah covid-19 dimasyarakat sudah mulai sangat maksimal dengan membuat posko di pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti Nagori dan kelurahan, Sehingga pasien positif covid-19 sangat minim untuk melonjak tinggi.

Akmal Siregar sebagai Juru Bicara (Jubir) TGPP Covid-19 Simalungun, saat dikonfirmasi terkait anggaran dan alkes yang dibelanjakan apakah memenuhi standart penangan covid-19?

"Kalau secara global anggarannya digunakan dari Rp. 110,5 miliar, Namun belum bisa dipastikan berapa untuk tempat penganan covid-19 yang di Batu XX, kalau terkait Alkesnya belum bisa kita pastikan, nantilah aku tanyakan dulu. Fasilitasnya ya UGD, Laboratorium, tenaga medis dan Dokter tenaga ahli" Ungkap Akmal Siregar melalui sambungan selluler. (R1/red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama