Kemana Dana Pemeliharaan Jalan Provinsi Sumut Siantar - Seribudolok?





Menaratoday.com, Simalungun (Sumut)-
Kerusakan Jalan lintas pematang Siantar - Seribudolok, saat ini sangat prihatin dan semakin parah dan masyarakatpun semakin resah.

Jalan milik provinsi Sumatera Utara tersebut terkesan minim perawatan atau pemeliharaan sehingga mengakibatkan kerusakan jalan yang sangat parah di sepanjang jalan lintas yang dimaksud.

Dalam pantauan menaratoday.com tampak sudah banyak terjadi longsor hingga memakan badan jalan dan kerusakan badan jalan yang berlubang. Salah satu tempat longsor terjadi ada di Kelurahan Sondi Raya dan Kerusakan badan jalan yang melintasi Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

Hal tersebut, membuat masyarakat kecewa dan mempertanyakan kinerja UPT PUBMBK yang berkantor di Jalan Ade Irma Kota Pematang Siantar.

Salah satu warga pengguna jalan, Ronald Damanik mengeluhkan. "Ini sangat miris jalan rusak ada dimana di sepanjang jalan Siantar - Seribudolok ini, padahal pemerintah telah mengeluarkan anggaran untuk perawatan atau pemeliharaan jalan setiap tahun.

Bila benar seluruhnya UPT PUBMBK Siantar menjalankan program pemeliharaan dan perawatan jalan tersebut, kemungkinan kerusakan terjadi tidak separah saat ini. Salah satu contoh perawatan drainase, pembabatan rumput bahu jalan dan pemeliharaan tambal sulam badan jalan" Jelas Ronald.

Namun kepala Seksi pemeliharaan UPT PUBMBK Siantar, Provinsi Sumatera Utara terindikasi menyalah gunakan anggaran pemeliharaan sehingga jalan lintas milik provinsi Sumatera Utara di Siantar - Seribudolok rusak parah.

Terkait dana pemeliharaan tersebut, menaratoday.com mencoba konfirmasi kasi PML di kantornya pada 6/5/2020, tetapi Kasi PML tidak berada di kantornya dan beberapa pesan WhatsApp yang dikirimkanpun tidak pernah dibalaskan.

Gubernur Sumatera Utara Eddy Rahmayadi diminta evaluasi kinerja Kepala Dinas PUBMBK untuk menindak lanjuti kinerja UPTnya. BPK provinsi juga diminta audit anggaran pemeliharaan jalan di UPT PUBMBK yang terindikasi banyak terjadi penyimpangan. (R1/red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama