Terkait Viralnya Video Meteor Jatuh Di Surabaya, Ini Penjelasan Lapan.



MenaraToday.Com - Jakarta :

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memberikan penjelasan mengenai viralnya sebuah video dan narasi meteor jatuh di Idosermo, Surabaya.yang diunggah di akun Instagram, @aslisuroboyo, Jumat (8/5/2020).


Dalam keterangan video tersebut, akun @aslisuroboyo mempertanyakan soal kebenaran informasi tersebut.

Menurutnya, video tersebut telah beredar di grup WhatsApp dan diklaim sebagai meteor yang jatuh di daerah Sidosermo, Surabaya.

Viral video yang diduga meteor jatuh di Surabaya. (Tangkap Layar Instagram @aslisuroboyo).
"Meteor Sidosermo?

Barusan ini beredar video yang mengklaim meteor jatuh di daerah Sidosermo.
Tapi namanya info dari grup WhatsApp tidak boleh langsung dipercata kalau tidak ada sumber yang jelas," tulis akun @aslisuroboyo.

Akun tersebut menyebut, pihaknya juga telah melakukan penulusuran terkait kebenaran video tersebut.

Hasilnya tim menemukan banyak video amatir yang mirip sekali dengan pola garis api dari meteor. Meski tidak menemukan video yang sama persis dengan video yang beredar di grup WhatsApp tersebut.

Namun, tim @aslisuroboyo, berhasil menemukan video yang paling mirip pola garis apinya, dan kejadian tersebut ada di Kepulauan Guam, Micronesia Pasicif.

"Tim @aslisuroboyo coba ngecek keaslian video itu, alhasil menemukan banyak sekalu video amatir yang mirip sekali dengan pola garis api dari meteor.

Meskipun tidak menemukan video yang sama persis, tapi yang paling mirip pola garis api kejadiane di Kepulauan Guam, Micronesia Pasific.

Berdasarkan penulusuran @aslisuroboyo, kejadian tersebut terjadi pada akhir 2019 lalu. Dan infonya memang bukan meteor jatuh, tetapi merupakan sia peluncuran rocket yang dibawa satelit dari Wenchang, China.

"Kejadian asli video ada di akhir tahun 2019, infonya juga bukan meteor tapi roket yang jatuh di sekitar Kepulauan Guam, sisa peluncuran rocket yang bawa satelit dari Wenchang, China," tulis akun @aslisuroboyo.

Mengenai hal itu, Tribunnews.com telah meminta konfirmasi dari Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaludin.

Thomas mengatakan, bahwa kejadian tersebut bukan terjadi di Surabaya.

"Bukan, itu di luar Indonesia," kata Thomas kepada MenaraToday.Com. 

Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa itu bukan meteor jatuh melainkan sampah antariksa yang jatuh.

"Itu bekas roket yang masuk atmosfer lalu terbakar dan pecah," jelas Thomas.(efrizal)
Lebih baru Lebih lama