![]() |
| Keterangan Gambar : Pemdes Laiyolo saat persiapan perayaan HUT RI Di Bawah Air (Foto : Andi Fadly Dg. Biritta) |
MenaraToday.Com – Kepulauan Selayar :
Semangat
peringatan puncak Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75
menggema dari arah bawah laut, perairan Desa Laiyolo, Kecamatan Bontosikuyu,
Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya, berkumandang dari bawah laut, pantai Laiyolo mengiringi detik-detik pengibaran bendera merah putih yang dilaksanakan dalam rangka untuk mengisi dan memeriahkan puncak peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75, Senin, (17/8/2020) pagi.
Upacara
bendera kali pertama diselenggarakan Pemdes Laiyolo, bersama elemen warga
masyarakat dan generasi pemuda dengan melibatkan empat puluh lima orang
peserta, delapan orang penyelam, dan tujuh belas unit perahu sampan fiber.
Prosesi
pengibaran bendera merah putih di bawah air, dihadiri perwakilan organisasi
persatuan olahraga selam seluruh Indonesia (Possi) Cabang Selayar, dan Selayar
Marine Dive, serta elemen persatuan mahasiswa Bontosikuyu (PMB), bersama
anggota pramuka gudep SMKN 3 Selayar.
“Rangkaian
upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah air yang diselenggarakan
Pemerintah Desa Laiyolo, turut dihadiri, Kanit Poa, Polres Kepulauan Selayar,
Bripka Yasnur, dan Sekretaris DPD KNPI Selayar, Said Marikar, tokoh masyarakat
dan elemen tokoh pemuda”. Jelas Kepala Desa
Laiyolo, Bakhnur Arfandi.
Kepala Desa
Laiyolo, Bakhnur Arfandi.juga menambahkan
penyelenggaraan
prosesi pengibaran bendera merah putih di bawah air, merupakan kegiatan kali
pertama, sepanjang catatan sejarah Pemerintahan Desa Laiyolo yang dilaksanakan
dalam rangka untuk mengaktualisasikan semangat kebangsaan dan menanamkan
nilai-nilai pancasila sebagai pedoman dasar dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara di Indonesia
“Ini sesuai
dengan thema sentral peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
ke 75 yang mengetengahkan thema, “Indonesia Maju yang disimbolkan lewat logo
bangga buatan Indonesia”, terangnya. (Andi
Fadly Dg. Biritta)



