Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Demo di Batu Bara Ricuh, Kasat Sabhara Terluka, 44 Orang Diamankan


MenaraToday.Com – Batu Bara :

Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh Batu Bara (AMPIBI BB) yang terdiri dari IMABARA, IPMBB, GERAM, IKAMBARA HIMMA, HIMMI, PMII, PD KAMI, GPMI dan KPPU-KSBSI menggelar aksi damai demi memastikan penegakan hukum di Indonesia dengan tema Tolak Omnibus Law di depan kantor DPRD Batu Bara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Senin (12/10/2020).


Terlihat ratusan personil terdiri dari Polres Batu Bara, TNI, dan Satpol PP Kabupaten Batu Bara telah berjaga-jaga di halaman DPRD Batu Bara sejak pukul 08.00 WIB. Sementara, dua pintu pagar masuk dan keluar DPRD Batu Bara ditutup sedangkan satu unit Water Canon milik Polres Batu Bara terlihat dalam posisi siaga di dalam pagar di depan gedung DPRD Batu Bara.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis langsung turun menginspeksi personil pengaman dengan melibatkan hampir seluruh personil Polres dan bantuan dari Polsek jajaran.

Kapolres meminta seluruh personil mengutamakan tindakan persuasif dengan tidak menggunakan kekerasan, karena pendemo juga anak-anak kita.

Selanjutnya, AKP Iskad yang merupakan Kapolsek Labuhan Ruku menekankan personil dan pengunjuk rasa harus tetap menggunakan Prokes.

Saat massa mulai tiba, Kapolres Batu Bara terlebih dahulu membagi-bagikan masker kepada pendemo. Tidak sampai disitu, saat sudah berlangsungnya demo Kapolres Batu Bara dan anggotanya juga masih sempat memberikan makanan berupa roti kepada pendemo.

Namun tidak berselang lama dengan menggunakan mobil komando, toa, dan membawa spanduk dan artibut aksi lain, AMPIBI BB dengan koordinator aksi Muhammad Rizki dan koordinator lapangan Arwan Syahputra, minta harus dipertemukan dengan Ketua DPRD Batu Bara Safi’i yang tidak terlihat hadir.

“Kami tidak akan menghentikan aksi dan pulang sampai Ketua DPRD hadir dan menemui kami,” ujar koordinator aksi Muhammad Rizki dan koordinator lapangan Arwan Syahputra bersamaan.

Berhubung Ketua DPRD tidak berada dilokasi, para massa meminta untuk masuk kedalam gedung DPRD, namun permintaan mereka tidak diizinkan oleh pihak kepolisian karena beresiko besar dan dikhawatirkan mereka dapat merusak fasilitas umum.

Aksi saling dorong pun terjadi, namun tiba-tiba muncul lemparan batu dari tengah massa, sehingga Kasat Sabhara Polres Batu Bara AKP D. P. Sinaga terluka dibagian kepalanya. Spontan suasana menjadi ricuh, namun kejadian tersebut tidak berlangsung lama dan dapat diatasi oleh petugas gabungan.

Dari kejadian itu, Polres Batu Bara mengamankan 44 orang yang terlibat dalam aksi tersebut.

Kapolres Batu Bara saat diwawancarai Wartawan mengatakan dengan rinci jumlah massa yang diamankan.

 

"Kami menurunkan 350 orang petugas gabungan untuk melakukan pengamanan unjuk rasa yang dilakukan oleh enam elemen mahasiswa yang berjumlah lebih kurang 150 orang di kantor DPRD Batu Bara. Yang mana awalnya unjuk rasa tersebut berlangsung damai, namun di siang hari sekitar jam 12.00 wib, Mahasiswa berkeinginan untuk ketemu dengan Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara tanpa diwakilkan. Karena tidak ada maka mereka ingin masuk ke kantor DPR Kabupaten Batu Bara. Prediksi kalau mereka masuk lebih berbahaya lagi, menduduki kantor DPR dan dikhawatirkan membuat kerusakan. Namun mahasiswa dan mobil komando mereka tetap mau masuk ke dalam. Sehingga pengamanan gerbang kita lapis anggota, dan juga dilapis di pintu masuk, sehingga mereka emosi tidak bisa masuk tiba-tiba dengan spontan mereka mungkin sudah mempersiapkan batu untuk menyerang anggota kita sehingga diserang pakai batu anggota yang pengamanan di pagar pintu masuk kantor DPR. Kemudian karena tidak terkendali, lemparan batunya mengarah ke mana-mana bahkan anggota kami satu Kasat Sabhara AKP Daniel Sinaga terluka hingga mengalami luka parah bagian kepala dan ini sekarang kami akan rujuk ke rumah sakit Brimob. Untuk yang diamankan 44 orang dari mereka ini dites urine ada yang pakai narkoba 1 orang.

Dan untuk rinciannya, 19 orang anak dibawah umur (SMK dan SMP), orang dewasa bukan Mahasiswa ada 12 orang, kemudian mahasiswa ada 11 orang, karyawan ada 1 orang dan buruh hanya 1 orang," jelas Kapolres. (Dwi)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !